Balik ke Era 70-80, Indonesia Bakal Punya Drive-In Cinema

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 18 Mei 2020 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 18 406 2215817 balik-ke-era-70-80-indonesia-bakal-punya-drive-in-cinema-FEjMkJ5Cyx.jpg Ilustrasi. (Instagram/@driveincinemajkt)

PANDEMI virus corona atau COVID-19 memaksa pemerintah untuk menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dalam praktiknya, kebijakan ini secara tidak langsung telah membatasi berbagai kegiatan sosial yang selama ini banyak dilakukan oleh masyarakat.

Salah satunya menonton bioskop. Masyarakat terpaksa harus menahan keinginan untuk menyaksikan film-film favorit mereka, mengingat hampir seluruh pusat perbelanjaan di Indonesia, termasuk Jakarta sudah ditutup. Dampaknya tentu membuat bioskop-bioskop di dalamnya juga ikut tutup sementara.

Di tengah ketidakpastian ini, masyarakat tiba-tiba dikejutkan dengan kemunculan Drive-in Cinema yang telah viral sejak beberapa hari lalu. Layanan publik tersebut ternyata diiniasi oleh sebuah event organizer yakni, Ergo & Co.

Lantas, seperti apa keseruannya? Yuk simak langsung hasil wawancara eksklusif Okezone dengan founder Ergo & Co, Adam Hadziq. Berikut rangkumannya.

Ide drive-in cinema

cinema

Menurut pemaparan Adam, ide drive-in cinema ini muncul setelah usahanya ikut terdampak pandemi COVID-19. Industri event dan organizer yang bergerak di bidang pelayanan jasa memang cukup terpukul virus corona mulai melanda Indonesia sejak 2 bulan terakhir.

Banyak penyelenggara acara terpaksa membatalkan event-event mereka, demi mengikuti kebijakan PSBB yang dicanangkan pemerintah dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

"Jadi sebenarnya di kondisi kayak gini, kami berpikir, kira-kira apa yang bisa kita lakukan. Karena latar belakang bisnis kita dari awal sudah kena dampaknya. Apalagi ketika pemerintah menyarankan WFH. Ya udah kita langsung kena," ungkap Adam saat dihubungi via sambungan telepon, Minggu (17/5/2020).

Tak mau berputus asa, Adam dan timnya langsung mencari jalan keluar demi menyelamatkan usaha mereka. Setelah melakukan riset kecil-kecilan, mereka akhirnya menemukan ide untuk membuat drive-in cinema, atau layanan menonton film yang disaksikan langsung dari dalam mobil.

"Waktu itu kami brain storm, kami rembukin, cari-cari referensi di luar. Ternyata ada 2 negara yang sudah melakukannya. Tapi sebelum itu, saya sempat melihat video ada sesosok pemuka agama yang memberikan nasihat kepada umatnya melalui sebuah layar LED. Sementara umatnya menyaksikan dari mobil. Dari situ kami berpikir kenapa tidak di-twist, atau dikulik lebih dalam lagi?," tambahnya.

Mengobati rasa rindu sekaligus bernostalgia

Lebih lanjut Adam menjelaskan, keputusan timnya untuk meluncurkan layanan drive-in cinema tidak terlepas dari animo masyarakat yang begitu besar. Selain mengobati rasa rindu, drive-in cinema juga dapat dijadikan sebagai media untuk bernostalgia.

"Kondisi sekarang kan semua serba dibatasi, dan drive-in cinema ini posibilitynya agak besar. Toh di tahun 70-an juga sudah pernah ada di Ancol dan di Surabaya. Jadi kemungkinan banyak yang kangen juga," kata Adam.

Sementara untuk generasi milenial, Adam menambahkan, drive-in cinema bisa menjadi hiburan tersendiri untuk melepas rasa penat setelah hampir dua bulan menjalani Work From Home (WFH) dan isolasi mandiri di rumah.

Persiapan

Untuk persiapannya sendiri, sejauh ini Adam mengaku bahwa pihaknya masih mencari lokasi yang tepat untuk menggelar layanan drive-in cinema di Jakarta. Sembari menunggu, dia menyiapkan sejumlah peralatan yang nantinya akan digunakan sebagai modal utama.

"Yang sudah pasti pakai LED outdoor dan projector. Kemudian untuk audionya, kami masih melakukan trial and error untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Sejauh ini pilihannya melalui frekuensi radio dan bluetooth audio. Tapi masih terus kita gali, masih dicari paling sedikit kemungkinan delaynya," kata Adam.

Film yang akan diputar

Nah, untuk point yang satu ini, Adam mengatakan bahwa sudah ada beberapa distributor film box office maupun lokal yang telah mengajukan kerjasama.

"Pengennya sih mutar film-film box office, sudah ada beberapa yang mengajukan ke kita. Tapi aturan mainnya cukup kompleks, jadi kita masih mencari win-win solution. Distributor perorangan juga ada beberapa yang mengajukan. Bahkan yang buat film buat Danur 1,2,3 juga sudah menghubungi kita. Tapi masih kita kumpulin dulu dan follow up," ujar Adam.

Adam menambahkan, lokasi penayangan drive-in cinema nantinya akan diselenggarakan di lapangan luas, paling tidak seluas lapangan bola. Hal ini dilakukan demi tetap menjalani aturan pemerintah terkait social distancing.

"Ya, targetnya di lapangan luas yang berkapasitas 80 mobil. Tujuannya karena nanti kita juga harus melakukan disinfektan dan menggunakan thermo gun. Bisa jadi lapangan parkir atau lapangan terbuka," jelasnya.

Selain itu, disediakan pula beberapa fasilitas pendukung seperti layanan drive thru makanan dan lain sebagainya. Sementara untuk jadwa penayangan, Adam berencana membagi layanan drive-in cinema ini menjadi 3 atau 4 sesi per hari.

"Nah, untuk tiketnya kami belum bisa menentukan karena masih mengurus izin. Ditunggu saja kabar baiknya," beber Adam.

Respons positif

Sejak diunggah pertama kali pada Rabu, 12 Mei 2020, Adam mengatakan telah mendapat ribuan respons positif dari netizen dan mssyarakat Indonesia. Bahkan, dia juga mendapatkan tawaran dari beberapa pemilik tempat (property) serta distributor box office maupun lokal.

"Kami baru posting sekali buat announcement, dan responsnya banyak dari berbagai pihak. Mostly positif, kita juga jadi semangat. Sekarang followers di Instagram @driveincinemajkt saja sudah tembus 10 ribu dalam kurun waktu kurang dari satu mingtu," ungkap Adam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini