Mengagumi Golden Pavilion, Kuil yang Disepuh Emas di Kyoto Jepang

Dada Sathilla, Jurnalis · Sabtu 30 Mei 2020 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 30 406 2222019 mengagumi-golden-pavilion-kuil-yang-disepuh-emas-di-kyoto-jepang-uerPqFAFFX.jpg Golden Pavilion di Kota Kyoto, Jepang. (Foto: Istimewa/Wikipedia)

DI antara 1.600 kuil Buddha yang berada di Kota Kyoto-Jepang, Golden Pavilion mungkin menjadi salah satu yang paling terkenal dan ramai. Hampir tidak mungkin untuk mengunjungi Golden Pavilion tanpa berdesak-desakan. Meski hanya bisa dipandang dari seberang kolam, ratusan turis rela mengantre demi melihat keindahan kuil yang disepuh emas tersebut.

Golden Pavilion atau Kinkakuji adalah sebuah kuil Zen Buddha bertingkat tiga yang dua lantai teratasnya disepuh dengan emas. Kemegahannya hanya bisa dipandang dari jauh, sebab Golden Pavilion berada di tengah kolam yang luas.

Golden Pavilion di Kota Kyoto, Jepang. (Foto: Istimewa)

Selain itu, pengunjung memang tidak diperbolehkan masuk ke kuil. Meski begitu, Golden Pavilion sangat terkenal di antara destinasi wisata lainnya di Kyoto. Pengunjung pun tak keberatan untuk berbaris rapi mengelilingi kolam demi bisa memandangi Golden Pavilion selama beberapa menit. Untuk masuk ke Golden Pavilion tiketnya 400 yen.

Tidak cuma sedap dipandang, bentuk bangunan Golden Pavilion juga unik karena dibangun dengan gaya arsitektur yang berbeda. Lantai pertama bergaya Shinden, sebuah gaya arsitektur untuk istana pada zaman Heian. Lantai kedua bergaya Bukke, seperti bentuk rumah para samurai.

Sedang lantai ketiga menggunakan gaya Zen Tiongkok. Sementara di atap kuil bertengger sebuah patung burung phoenix emas.

Golden Pavilion terlihat sangat kokoh dan megah. Namun sebenarnya kuil ini pernah dibakar habis berkali-kali. Termasuk dua kali saat perang Onin, dan terakhir karena dibakar seorang biksu yang fanatik pada 1950. Kuil yang sekarang berdiri merupakan bangunan baru yang dibangun pada 1955.

Sebelum dijadikan kuil, Golden Pavilion dulunya adalah vila peristirahatan seorang shogun bernama Ashikaga Yoshimitsu. Namun setelah ia meninggal, sesuai wasiatnya, Golden Pavilion pun dipakai sebagai kuil.

Golden Pavilion juga menginspirasi cucu Yoshimitsu, Ashikaga Yoshimasa, untuk membangun sebuah kuil lainnya di Kyoto bernama Silver Pavilion.

Golden Pavilion di Kota Kyoto, Jepang. (Foto: Istimewa/Wikipedia)

Setelah mengelilingi Golden Pavilion, Anda akan melewati sebuah taman cantik. Selain itu ada juga sebuah kebun teh di mana Anda bisa bersantai sambil menikmati matcha dan manisan.

Untuk menuju Golden Pavilion dari Stasiun Kyoto, naiklah bus nomor 101 atau 205. Perjalanannya memakan waktu sekira 40 menit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini