Kangen Bali, Sabar! Kemenparekraf Sedang Siapkan 2 Hal Ini

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 05 Juni 2020 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 406 2225037 kangen-bali-sabar-kemenparekraf-sedang-siapkan-2-hal-ini-yVlAyYQokd.jpg Pantai di Bali (Foto: Shutterstock)

PELONGGARAN Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini pun membuka kembali harapan akan adanya industri-industri di Indonesia, termasuk industri pariwisata. Nah, salah satu pariwisata yang sudah bersiap menjalani era new normal adalah Bali.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya mengatakan, sejak awal pemerintah berkomitmen dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Termasuk penyiapan protokol tatanan kenormalan baru pariwisata dan ekonomi kreatif kini dengan program Cleanliness, Health, and Safety (CHS) yang melibatkan industri.

"Sebelum membuka destinasi kita perlu membangun rasa percaya diri agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. Dan di sini langkah-langkahnya," kata Nia seperti dilansir dari situs Kemenpar.

Baca Juga: Nusa Dua Jadi Proyek Percontohan, Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal

Dalam program tersebut Kemenparekraf/Baparekraf membagi dalam dua tahapan yaitu Gaining Confidence dan Appealing.

Gaining Confidence dimulai dari penyiapan protokol CHS yang nantinya akan dikemas melalui video tutorial yang menarik dan buku panduan yang mudah dimengerti bagi pemangku kepentingan pariwisata seperti hotel, restoran, pusat perbelanjaan, destinasi wisata, dan lainnya.

Kemudian dilanjutkan dengan tahapan training, simulasi, publikasi, dan kampanye serta aplikasi penerapan CHS.

Sementara dalam tahapan Appealing, Kemenparekraf/Baparekraf akan menjalankan sejumlah program seperti Mega Famtrip dengan melibatkan key opinion leader (KOL), media serta travel agent and tour operator (TA/TO).

Kemudian juga membuat joint promotion dengan membuat paket tur bersama airlines dan TA/TO. Kemudian juga menyiapkan penyelenggaraan kegiatan MICE dalam skala kecil.

"Namun kami tekankan, pembukaan destinasi bergantung atas keputusan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan pemerintah daerah. Karena setiap destinasi tentu memiliki situasi dan kondisi yang berbeda," kata Nia Niscaya.

Bali yakni kawasan Nusa Dua direncanakan akan menjadi pilot project penerapan program CHS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini