Tingkatkan Daya Saing Pariwisata, Kemenparekraf Perkuat Sinergi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 09 Juni 2020 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 406 2226820 tingkatkan-daya-saing-pariwisata-kemenparekraf-perkuat-sinergi-icDYaBG1xq.jpg Destinasi wisata (Foto: Kemenparekraf)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memperkuat sinergi dengan kementerian atau lembaga lain. Ini dilakukan guna memperkuat indeks daya saing pariwisata atau Travel Tourism Competitiveness Index (TTCI).

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf R Kurleni Ukar mengatakan, peningkatan indeks daya saing pariwisata merupakan salah satu target dalam RPJMN yang ingin diwujudkan oleh Kemenparekraf. Oleh karena itu pihaknya membentuk tim yang akan berkoordinasi intens dengan kementerian/lembaga terkait guna memastikan indeks daya saing pariwisata Indonesia dapat meningkat.

 destinasi wisata

"Setidaknya ada 18 kementerian/lembaga yang menjadi mitra strategis bagi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, terkait dengan pilar-pilar peningkatan daya saing pariwisata Indonesia. Sehingga, penting untuk melakukan sinergi dengan kementerian/lembaga tersebut guna maningkatkan posisi daya saing pariwisata Indonesia di pasar global,” kata Kurleni seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (9/6/2020).

Berdasarkan data TTCI yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF) pada 2019, dari 14 pilar yang menjadi penilaian daya saing pariwisata, Indonesia memiliki keunggulan kompetitif pada 5 pilar yaitu Price Competitiveness, Prioritization of Travel & Tourism, International Openness, Natural Resources, serta Cultural Resources & Business Travel.

Sementara itu, pariwisata Indonesia dihadapkan dengan 5 tantangan terbesar terkait daya saing Environmental Sustainability, Health & Hygiene, Tourist Service Infrastructure, Safety & Security, serta ICT Readiness.

 Baca juga: Intip Koleksi Sepatu High Heels Mewah Ashanty, Harganya Bikin Cenat Cenut

Dia menegaskan, Kemenparekraf tidak bisa bergerak sendiri, oleh karena itu diperlukan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak terkait.

"Dalam pilar infrastruktur misalnya, tentu terkait dengan peran Kementerian Perhubungan juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," ujar Kurleni.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini