Bali Siap Sambut Wisatawan India saat New Normal

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 09 Juni 2020 20:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 406 2227171 bali-disiapkan-untuk-sambut-wisatawan-india-saat-new-normal-ysuJDpTDZA.jpg Ilustrasi. (Foto: Humas Kemenparekraf)

KEMENPAREKRAF Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyasar pasar wisatawan India saat new normal berlaku. Sementara Bali tetap menjadi destinasi andalan yang ditawarkan pemerintah.

Dikatakan Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya, untuk menyambut wisatawan India, telah menyiapkan strategi dan upaya kesiapan Indonesia memasuki masa new normal. Bali diincar karena menjadi primadona di kalangan turis India.

"Wisatawan mancanegara asal India tidak perlu ragu untuk mendatangi Indonesia karena pemerintah Indonesia sudah menyiapkan kebijakan di destinasi wisata sebagai upaya tanggap terhadap the new normal," kata Nia lewat keterangan resminya.

wistawan

Nia menambahkan, banyak wisatawan India yang ingin segera ke Bali. Bahkan Bali juga digadang-gadang menjadi satu destinasi utama yang relatif cepat pulih dan banyak dikunjungi wisatawan begitu pandemi dinyatakan usai.

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Badung sekaligus Ketua PHRI Kabupaten Badung dan tim Percepatan Penanganan & Pemulihan Dampak COVID-19 Provinsi Bali, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, dalam kesempatan sama, menjelaskan kesiapan Bali dalam menyambut tatanan kenormalan baru pariwisata.

Dalam paparannya, ia mengatakan ada tiga fokus penting dalam penerapan protokol tersebut, yaitu subjek, objek, dan proses. Poin subjek meliputi guest's responsibilities, employee’s responsibilities, dan 3rd party associates.

Untuk poin objek sendiri meliputi cleaning protocols (disinfectant), tools, dan standard of cleaning. Sedangkan pada poin proses terdapat protokol mengenai crowd management, queue management, seating management, serta interaction management.

Dari polling yang dilakukan saat Webinar pasar India, tercatat Bali masih menjadi destinasi favorit untuk ditawarkan kepada wisman India dengan persentase sebesar 92 persen, sedangkan Yogyakarta dan Lombok sama-sama memperoleh persentase sebesar 2 persen.

Melalui polling yang sama, health, safety, and hygiene menjadi perhatian yang utama pada saat mengunjungi destinasi wisata pada saat normal baru.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menetapkan Bali sebagai pilot project untuk penerapan program CHS di bandara, destinasi, dan pengelola usaha pariwisata lainnya, seperti hotel dan restoran sebagai strategi mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pascapandemi Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini