Curhat Pengalaman Pertama di Gunung, Dituntun Cahaya Gaib

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 15 Juni 2020 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 15 406 2230379 curhat-pengalaman-pertama-di-gunung-dituntun-cahaya-gaib-ccd5zVS2mz.jpg Gunung Papandayan (Foto: Indonesia Tourism)

Tagar #PengalamanPertamaDiGunung masih bertengger di deretan trending topik Twitter hari ini, Senin (15/6/2020). Sampai sekarang sudah ada 3.653 cuitan yang membahas topik tersebut.

Karena topiknya #PengalamanPertamaDiGunung maka kebanyakan cerita yang masuk terkait dengan bagaimana kisah netizen pertama kali naik gunung. Mulai dari cerita seru sampai mistis pun diceritakan.

Di sisi lain, Okezone pun coba mewawancarai anak muda yang memiliki pengalaman menarik saat naik gunung. Adalah Silmi, anak muda asal Tangerang Selatan itu, enam tahun lalu melakukan perjalanan ke Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

 Silmi dan teman-teman

Dari ceritanya, Silmi yang kala itu berusia 16 tahun melakukan perjalanan naik gunung pertama kali dalam hidupnya. Tak ada pengalaman sebelumnya dan itu membuat dirinya mendapatkan kisah yang tak pernah dirasakan sebelumnya.

Singkat cerita, saat tenda sudah dipasang dan waktunya istirahat malam, dia mengaku ingin buang air kecing. Saat sore hari, Silmi sudah diberi tahu lokasi toilet, tapi dia mengaku lupa.

"Pas ingin pipis, ngandelin ingatan dari apa yang dijelaskan saudara yang ikut naik gunung. Dibilangnya lurus doang. Tapi, entah kenapa malem itu tiba-tiba ada cahaya datang terus ngarahin jalan," kata Silmi saat dihubungi Okezone, Senin (15/6/2020).

Silmi menceritakan, di malam itu kabut tebal sekali dan dirinya tak bisa melihat jalanan. Senter yang dia gunakan pun hanya mampu menyinari langkah kaki.

Perlahan dia mulai mengikuti cahaya yang menuntunnya. Ya, percaya tidak percaya semakin lama semakin terlihat toilet yang diharapkan Silmi. "Awalnya saya dengar suara air dan lama-lama beneran ada bangunan toilet," sambungnya.

Ia pun kemudian menggunakan toilet tersebut dengan sebaik-baiknya. Setelah lega, dia pun mendengar pintu digedor dari luar. Ternyata seorang penjaga toilet meminta Silmi bayar uang sewa toilet.

Baca juga: Tak Perlu Khawatir Adakan Resepsi Pernikahan, Asal Terapkan Protokol Kesehatan Ini

Tanpa pikir panjang, Silmi pun membayar uang kepada pria yang menjaga toilet di tengah hutan tersebut. "Mau mikir dia beneran manusia atau bukan, udah nggak kepikiran, yang penting urusan beres," ceritanya.

Nah, setelah membayar toilet, Silmi pun dibuat sadar, bagaimana dia bisa kembali ke tenda? Sedangkan, datang ke toilet saja menebak-nebak dan hanya mengikuti cahaya yang entah datang dari mana.

Sampai akhirnya Silmi nekat menerobos kabut malam dan tidak tahu sama sekali jalan. Ia hanya coba mengikuti jalan yang ada. Sampai akhirnya dihadapkan pada persimpangan jalan.

"Saat momen ini tiba, saya cuma pasrah saja kalau akhirnya hilang di Gunung Papandayan. Tapi, jadinya ambil belokan kiri dan Alhamdulillah banget saya melihat tenda tempat saya bermalam. Segera saya lari buru-buru," papar mahasiswa psikologi tersebut.

Setelah tiba di tenda, Silmi pun menceritakan segera tidur dan coba melupakan semua kejadian yang terjadi. Dia tak henti-hentinya bersyukur juga karena tidak masuk ke dalam daftar orang hilang di gunung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini