Menparekraf Wishnutama: Daerah yang Mau Buka Objek Wisata Harus Benar-Benar Siap

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 17 Juni 2020 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 406 2231679 menparekraf-wishnutama-daerah-yang-mau-buka-objek-wisata-harus-benar-benar-siap-CrD9FXSffy.jpg Destinasi wisata di Bali (Foto: Inst Bali Daily)

Sejumlah daerah di Indonesia sudah mulai membuka kembali objek wisata yang sempat tutup akibat pandemi Covid-19. Sebut saja Banyuwangi yang sejak dua minggu terakhir telah melakukan simulasi pembukaan destinasi untuk menyambut era new normal.

Kesepuluh destinasi wisata itu antara lain Kawah Ijen, Bangsring Underwater (BUNDER), Grand Watu Dodol (GWD), Agro Wisata Tamansuruh (AWT), Taman Gandrung Terakota, Pantai Cacalan, Pantai Pulau Merah, Hutan De Djawatan, Pantai Mustika, dan Taman Nasional Alas Purwo.

Di Jakarta, beberapa objek wisata outdoor dan museum pun juga sudah mulai beroperasi kembali sejak 8 Juni lalu. Bahkan pada 20 Juni mendatang, Taman Margasatwa Ragunan juga akan dibuka.

 Menparekraf

Pembukaan objek wisata tersebut tentu sudah melalui proses dan persiapan yang sangat matang. Termasuk menerapkan peraturan baru dan protokol kesehatan yang sangat ketat sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan izin dari kementerian terkait.

Terkait hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menegaskan, pedoman protokol kesehatan harus dipatuhi dengan baik.

Maka dari itu, dia menekankan agar pemerintah daerah yang ingin membuka aktivitas sektor parekraf harus mempersiapkan secara detail, tidak terburu-buru, serta memastikan protokol kesehatan siap diimplementasikan.

“Sektor pariwisata adalah sektor yang sangat bergantung dengan kepercayaan wisatawan terhadap rasa aman dan nyaman," kata Wishnutama seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (17/6/2020).

Baca juga: 8 Makanan Indonesia dalam Bahasa Prancis, Mana Paling Susah Diucapkan?

Selain itu, dia juga optimistis bahwa keunikan destinasi di Bali masih menjadi daya tarik utama pariwisata tanah air.

“Dengan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan di lapangan yang ketat maka kita semua akan bisa berwisata dengan aman, dan pelaku-pelaku pariwisata dan ekraf bisa kembali produktif,” tandasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini