Eksotisme Dinding Sungai Purba Kalinanas Blora, Pahatan Alam Jutaan Tahun Lalu

Taufik Budi, Jurnalis · Kamis 18 Juni 2020 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 406 2232026 eksotisme-dinding-sungai-purba-kalinanas-blora-pahatan-alam-jutaan-tahun-lalu-tYyQ5Z8lh6.jpg Dinding sungai eksotis di Blora. (Foto: Okezone/Taufik Budi)

MENYAKSIKAN dinding sungai barangkali bukanlah istimewa. Namun, berbeda dengan dinding Sungai Purba Kalinanas di Blora, Jawa Tengah.

Saat berkunjung kesana, Okezoners bisa menikmati sekaligus memahami cantiknya pahatan alam, yang konon telah berusia jutaan tahun. Keindahan alam yang terbentang di kelokan dinding Sungai Purba Kalinanas sangat eksotis.

Lokasinya tepat di bawah Jembatan Merah Desa Kalinanas Kecamatan Japah Kabupaten Blora Jawa Tengah. Relief dinding sungai akan semakin cantik karena terlihat kuning keemasan terutama menjelang sore hingga petang. Pantulan air sungai di bawahnya memperlihatkan relief dinding yang seolah mengambang.

Baca Juga: Candi Arjuna Siap Sambut Wisatawan di Masa Transisi New Normal

dinding sungai

Pembentukan relief di dinding sungai membutuhkan proses panjang. Bahkan disebut-sebut hingga jutaan tahun. Proses geologi alam secara perlahan memahat dinding sungai dengan caranya sendiri. Hingga timbul relief dengan corak natural, yang tak bakal bisa dipahat oleh mesin canggih sekali pun.

"Saat kemarau seperti ini semua relief alamnya kelihatan seperti pahatan yang teratur buatan manusia namun asli hasil proses geologi alam," kata Wakil Bupati Blora Arief Rohman.

"Jutaan tahun batuan di sini tergerus arus sungai sehingga membentuk alur yang indah. Ini akan sangat menarik bagi wisatawan jika dikemas dengan baik. Sangat cocok untuk menenangkan diri dan foto-foto,” lanjut dia.

Meski potensi alam itu terlihat cantik dan layak menjadi destinasi wisata, namun masih belum digarap baik. Oleh karenanya perlu perhatian semua pihak untuk menjaga kelestariannya agar tak dirusak oleh tangan-tangan jahiil.

"Kami titip kepada Kepala Desa Kalinanas agar aset yang luar biasa ini bisa dikelola dengan baik, misalkan dengan membentuk BUMDes yang bergerak di sektor wisata. Sehingga tidak dirusak tangan-tangan jahil. Jangan sampai ada vandalism. Nanti kita minta Dinporabudpar untuk melakukan pendampingan,” ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini