Kontroversi Pramugari Tak Pakai Masker, Garuda Indonesia Buka Suara

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 406 2232985 kontroversi-pramugari-tak-pakai-masker-garuda-indonesia-buka-suara-JdiTzSfdtg.jpg Garuda Indonesia (Foto: Inst Garuda Indonesia)

Pernyataan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengundang polemik di masyarakat. Maskapai penerbangan itu diketahui membuat peraturan bahwa setiap awak kabin menggunakan face shield, bukan masker.

Pernyataan tersebut disampaikan Irfan dalam Webinar bersama salah satu universitas di Jakarta. Kenyamanan penumpang jadi alasan utama perubahan peraturan tersebut.

Sementara itu, Okezone langsung mengonfirmasi kabar tersebut ke Public Relations Garuda Indonesia Dicky Irhamsyah. Dalam pernyataan tertulisnya, Garuda Indonesia pada dasarnya memastikan penggunaan alat pelindung diri (APD) lengkap bagi awak kabin sesuai standar safety.

 Garuda

Nah, terkait dengan pemberitaan penggunaan masker awak kabin yang akan digantikan dengan face shield, Garuda Indonesia menegaskan itu tidak benar.

"Pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan bahwa rencana penggunaan face shield oleh awak kabin Garuda Indonesia pada prinsipnya merupakan APD pelengkap atau tambahan bagi awak kabin dan tidak menggantikan masker yang saat ini telah digunakan oleh awak kabin kami," tulis laporan yang diterima Okezone, Jumat (19/6/2020).

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyampaikan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan pada seluruh lini operasional khususnya yang berkaitan langsung dengan penumpang.

Salah satunya, sambungnya, penggunaan kelengkapan alat pelindung diri (APD) standar bagi awak kabin seperti masker dan sarung tangan.

"Saat ini kami juga tengah mempersiapkan penggunaan APD penunjang lainnya berupa face shield hingga rencana penggunaan apron sekali pakai untuk awak kabin ketika menyajikan makanan kepada penumpang," ungkap Irfan.

Lebih lanjut, secara berkelanjutan Garuda Indonesia juga mengatakan terus melakukan evaluasi terhadap penggunaan kelengkapan APD bagi awak kabin yang paling sesuai dan aman digunakan selama penerbangan.

"Namun penggunaan kelengkapan APD itu tetap memberikan kenyamanan dan leluasaan berinteraksi dengan pengguna jasa yang tentunya tetap mengacu pada aspek regulasi dan safety yang berlaku," kata Irfan.

Baca juga: Aturan Physical Distancing di Dalam Kereta Api, Traveler Wajib Tahu!

Di sisi lain, laporan itu juga menjelaskan bahwa Garuda Indonesia terus bergerak adaptif mengoptimalkan kualitas layanan serta secara konsisten menjalankan protokol kesehatan.

"Langkah itu dilakukan guna menjaga kepercayaan dan minat pengguna jasa untuk kembali merencanakan perjalanan menggunakan layanan transportasi udara," lanjut laporan tersebut. (DRM)

(dwk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini