Nikmati Sensasi Main di Sungai Bawah Tanah Gua Pindul

Dada Sathilla, Jurnalis · Senin 22 Juni 2020 09:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 406 2234058 nikmati-sensasi-main-di-sungai-bawah-tanah-di-gua-pindul-IgviSbXrww.jpg Gua Pindul (Foto: Inst Goapindulwisata)

Liburan sambil main air terdengar sangat seru, apalagi di musim panas seperti sekarang ini. Di Gua Pindul Yogyakarta, kamu tak cuma bisa bermain air dengan cave tubing tapi juga mengeksplorasi gua dan mengagumi batu-batu kristal di dalamnya.

Cave tubing di Gua Pindul termasuk salah satu aktivitas rekreasi favorit bagi wisatawan yang berlibur ke Yogyakarta. Saat cave tubing, kamu diajak menyusuri dan menikmati sensasi main di sungai bawah tanah di dalam Gua Pindul dengan menggunakan pelampung. Namun jangan lupa ya selalu ikuti protokol kesehatan era new normal!

Gua Pindul

Dia Gua Pindul kamu bisa menikmati indahnya struktur stalagtit dan stalagmit di dalam gua. Tak cuma itu, ada juga beberapa batuan indah lainnya seperti moon milk dan kristal.

Tentunya kamu akan basah-basahan, tapi dijamin seru karena kamu juga akan merasakan sensasi berpetualang menyusuri sungai dan melihat alam pedesaan yang asri.

Gua Pindul berada di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Gua Pindul merupakan bagian dari 7 gua dengan sungai bawah tanah yang mengalir di dalamnya.

Untuk kesini kamu harus naik mobil selama 1,5 jam dari Kota Yogyakarta. Untuk masuk ke dalam gua tiketnya Rp.40.000,- per orang, sudah termasuk dengan rompi pelampung, ban pelampung, dan guide. Tiket bisa dibeli di loket.

Waktu terbaik untuk menyusuri Gua Pindul adalah di pagi hari, sekitar jam 9-10 pagi saat airnya tak begitu dingin. Selain itu, kemungkinan besar kamu bisa melihat cahaya surga di jam-jam tersebut, yaitu cahaya matahari yang masuk ke gua dari lubang di atap gua. Tapi di pagi hari biasanya gua akan sangat ramai dengan pengunjung. Datanglah di sore hari bila ingin menghindari keramaian.

Baca juga: HUT DKI Jakarta, Ini Tempat Kuliner Legendaris Ibu Kota yang Masih Bertahan hingga Sekarang

 

Gua Pindul memperoleh namanya dari sebuah legenda mengenai perjalanan Joko Singlulung mencari ayahnya. Setelah menyusuri hutan lebat, gunung, dan sungai, Joko sampai di gua namun pipinya terbentur sebuah batu. Gua itu kemudian dinamai Gua Pindul, kependekan dari pipi gebendul dalam bahasa Jawa.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini