Sejarah Ragunan, Kebun Binatang Pertama di Indonesia yang Diinisiasi Raden Saleh

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 22 Juni 2020 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 406 2234216 sejarah-ragunan-kebun-binatang-pertama-di-indonesia-yang-diinisiasi-raden-saleh-FVySQgh5Q4.jpg Ragunan (Foto: Inst Ragunanzoo)

Pemprov DKI Jakarta menggelar live virtual dari Taman Margasatwa Ragunan dalam rangka merayakan HUT DKI ke-493, yang jatuh hari ini, Senin (22/6/2020). Salah satu ikon wisata di ibu kota ini juga resmi dibuka kembali setelah sempat ditutup selama lebih dari dua bulan akibat pandemi Covid-19.

Selain menampilkan update terkini seputar kondisi Ragunan, ada beberapa informasi menarik yang dibagikan dalam live virtual tersebut. Termasuk sejarah singkat Ragunan yang ternyata diinisiasi oleh seorang pelukis legendaris Indonesia.

 Ragunan

Disebutkan bahwa pada awalnya, Ragunan didirikan pada tahun 1864 di atas lahan seluas 10 hektar yang dihibahkan oleh pelukis Raden Saleh. Kala itu, Raden Saleh menghibahkan pekarangan rumahnya yang berada berada di Jalan Cikini Raya.

Kebun binatang itu kemudian dia beri nama Planten en Direnteuin. Seiring berjalannya waktu, nama tersebut diganti menjadi Kebun Binatang Cikini pada 1949.

Tepat pada tahun 1964, kebun binatang ini dipindahkan ke daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan di atas lahan seluas 30 hektar. Lahan ini dihibahkan langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dua tahun setelahnya, namanya kembali diganti menjadi Taman Margasatwa Ragunan.

Kini, Ragunan berdiri di atas lahan seluas 147 hektar dengan koleksi 200 jenis satwa yang totalnya mencapai lebih dari 2.000 ekor. Satwa-satwa tersebut terbagi menjadi beberapa kategori seperti karnivora yang mencakup harimau, singa, dan macan tutul.

Kemudian ada satwa berjenis herbivora seperti rusa, jerapah, dan gajah. Lalu ada berbagai macam burung dan reptile, serta tidak ketinggalan pula beberapa jenis primata.

Seluruh satwa tersebut dirawat dengan konsep open zoo, agar mereka merasa berada di habitat aslinya.

Baca juga: Nikmati Sensasi Main di Sungai Bawah Tanah Gua Pindul

Nah, bila Anda tertarik menyambangi ragunan di masa transisi new normal ini, perlu diketahui bahwa reservasi tiket hanya dilakukan secara online. Selain itu hanya pengunjung dengan identitas atau KTP DKI Jakarta saja yang diperkenankan masuk.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini