Piknik Virtual Melihat 5 Benda Peninggalan MH Thamrin di HUT Jakarta

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 22 Juni 2020 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 406 2234414 piknik-virtual-melihat-5-benda-peninggalan-mh-thamrin-di-hut-jakarta-dkFbovnSDi.jpg Museum MH Thamrin. (Foto: Jakarta.go.id)

BERTEPATAN dengan HUT DKI Jakarta yang ke-493, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar live virtual dari sejumlah objek wisata ibu kota. Termasuk pernak-pernik dari Museum MH Thamrin.

Pemilihan Museum MH Thamrin bukan tanpa alasan. Sosok Mohammad Hoesni Thamrin memang dikenal sangat berjasa dalam menyejahterakan warga DKI Jakarta (dulunya Batavia) di era kolonial Belanda. Itulah sebabnya dia dinobatkan sebagai salah satu pahlawan nasional.

Nah, di museum ini terdapat 5 koleksi atau benda peninggalan MH Thamrin yang juga menjadi saksi bisu perjuangannya. Berikut Okezone rangkumkan beberapa di antaranya.

Meja rias

Menurut penjelasan Muslim, selaku Pemandu Museum MH Thamrin, meja rias berbahan kayu jati dan marmer ini merupakan saksi bisu saat Thamrin disergap oleh tentara Belanda karena diduga menyimpan dokumen penting.

"Padahal, saat itu beliau tengah terbaring sakit di atas tempat tidurnya. Tak lama, dari kejadian tersebut beliau meninggal dunia pada 11 Januari 1941. Meja rias ini menjadi satu dari sekian banyak benda yang digeledah di kamarnya," kata Muslim dalam live virtual Museum MH Thamrin, Senin (22/6/2020).

Radio jadul

Di museum ini juga terdapat dua buah radio konvesional dengan desain klasik yang sering digunakan MH Thamrin unuk mencari informasi.

"Pada saat itu, kan tidak alat secanggih sekarang, nah dulu bapak MH Thamrin ingin mencari informasi selalu mendengarkan radio ini. Baik informasi dari dalam maupun luar negeri. Sampai sekarang radio ini masih aktif. Yang ukuran besar beliau letakkan di ruang tengah, sedangkan yang berukuran kecil diletakkan di kamarnya," ungkap Muslim.

Blankon

Salah satu benda paling menarik dari Museum MH Thamrin adalah blankon khas Surakarta yang masih terpajang baik di dalam etalase. Blankon inilah yang digunakan MH Thamrin saat mengikuti kongres Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) di Surakarta, Jawa Tengah, pada tahun 1939.

Diorama

Kemudian terdapat pula diorama suasana rapat Gemeenteraad yang diikuti MH Thamrin saat masih bekerja pada pemerintahan Batavia. Pada rapat inilah, beliau mengeluarkan gagasan bahwa perlunya pemerintah Batavia memperhatikan kesejahteraan kaum pribumi.

"Kala itu dia mendorong perbaikan kampung dan penyediaan air bersih. Hasil gagasannya masih bisa kita rasakan sampai sekarang yakni, PAM Jaya di Penjombongan dan Bendungan Manggarai, beliau lah yang menginisiasi," kata Muslim.

Delman dan kereta jenazah

Terakhir ada peninggalan delman atau alat transportasi yang sering digunakan MH Thamrin semasa hidupnya. Di sampingnya juga terlihat sebuah kereta jenazah yang mengangkut jenazah Thamrin ke tempat perisitirahatan terakhir.

"Kereta jenazah ini dulunya hanya boleh dipakai oleh orang-orang elit atau kaum bangsawan. Kenapa jenazah beliau bisa diangkut kereta ini? Ayahnya, Tabri Thamrin, adalah seorang wedana di bawah gubernur jenderal Johan Cornelis van der Wijck," tutup Muslim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini