Diapit Zona Merah, Yogyakarta Dorong Wisata Berkonsep Staycation

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 22 Juni 2020 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 406 2234539 diapit-zona-merah-yogyakarta-dorong-wisata-berkonsep-staycation-3xBa7dEDMC.jpg Salah satu hotel di Yogyakarta. (Foto: Okezone/Dewi)

YOGYAKARTA menawarkan konsep liburan seru di saat new normal. Pemerintah daerah menawarkan konsep staycation.

Namun mengingat lokasi Yogyakarta diapit oleh zona merah, maka pemerintah pun memikirkan keselamatan wisatawan saat berlibur ke Yogyakarta.

Meski dibandingkan dengan DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur, angka penularan Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta masih terbilang rendah. Bahkan menurut data yang dikeluarkan BNPB per hari, angka kasus positif Covid-19 dan meninggal di Yogyakarta tidak ada peningkatan sama sekali alias 0. Berbanding jauh dengan Jawa Tengah, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 49 orang dan satu orang dinyatakan meninggal dunia.

hotel

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo menegaskan, saat ini pemerintah daerah masih mendorong aktivitas wisata berkonsep staycation. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan pemerintah setempat berencana membuka kembali objek wisata, yang sempat ditutup selama lebih dari dua bulan.

"Bulan Juli nanti mungkin sudah ada objek wisata yang dibuka. Tapi kami tetap masih merekomendasikan wisata berkonsep staycation. Karena di kiri kanan Yogya itu kan masih menerapkan PSBB dan zona merah," ungkap Singgih saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, belum lama ini.

Melihat kondisi tersebut, Singgih menambahkan, Dinas Pariwisata DIY dan sejumlah pihak terkait telah mengeluarkan sop dan protokol kesehatan yang cukup ketat. Termasuk peraturan khusus bagi wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara yang hendak memasuki area Yogyakarta.

"Bagi wisatawan mancanegara, tentu harus punya hasil PCR yang valid dan masih berlaku. Kami juga akan melakukan pendataan untuk memudahkan proses tracing," ungkap Singgih.

"Selain itu, kami telah memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung hingga 50%, dan menerapkan sistem reservasi tiket secara online. Semua itu dilakukan dengan harapan agar tidak ada klaster baru di sektor pariwisata," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini