Mau Main ke Gunung Bromo, Harus Tunjukkan Surat Keterangan Sehat Bebas Covid-19

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 02 Juli 2020 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 406 2239969 mau-main-ke-gunung-bromo-harus-tunjukkan-surat-keterangan-sehat-bebas-covid-19-Qih8RlA2Nh.jpg Gunung Bromo (Foto: Meta/Okezone)

Wisatawan yang datang ke Gunung Bromo harus bersiap dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 ketat saat nanti kembali dibuka pada masa transisi menuju new normal ini. Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) John Kennedie menyebut bila nanti kawasan Gunung Bromo dibuka, wisatawan harus tetap patuh dengan peraturan-peraturan protokol kesehatan.

“Kita ingatkan kesehatan harus betul-betul diterapkan, tadi kita sepakati bagian tengah, bahwa awal (pembukaan) akan kita ambil (kuota wisatawan) 20 persen, itu sekitar 739 wisatawan per hari, semua melalui booking online,” ujar John ditemui di kantor BB-TNBTS, Rabu (1/7/2020).

Pembatasan wisatawan di kawasan Gunung Bromo, lanjutnya, dilakukan demi upaya tetap memberlakukan jaga jarak di dalamnya.

 Gunung Bromo

“Kita di lapangan tentu menjaga jarak, di Penanjakan itu daya dukung hanya 898 orang, jadi sekitar 167 orang, dan jaraknya itu 1,5 meter. Kemudian wajib pakai masker, cuci tangan, persiapan lapangan dalam waktu satu bulan ini,” bebernya.

John juga mengingatkan bila setiap wisatawan yang datang ke Gunung Bromo harus menunjukkan surat keterangan sehat bebas Covid-19 klinik atau dokter sesuai dengan instruksi dari Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Baca juga: Viral Wali Kota Bogor 'Goyang AKB', Cara Seru Edukasi Cegah Covid-19

“Sementara ini (wisatawan menyertakan surat bebas Covid) rapid test, di edaran Dirjen, nanti seperti apa tindak lanjutnya, akan ditindak lanjut lagi, apakah surat sehat, atau seperti apa, tadi masih belum clear,” tuturnya.

Namun ia menegaskan pembukaan Gunung Bromo ini masih menunggu keputusan bupati di empat pintu masuk TNBTS. Hal ini disebut John karena bupati mempunyai pertimbangan dan analisis tersendiri untuk mengantisipasi penularan corona dari wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo.

“Karena dari edaran dirjen (Dirjen KSDAE) itu harus zona hijau atau kuning. Kalau oranye mau dipaksakan dibuka, bupatinya harus mau bertanggung jawab, kita akan melihat dan pelajari, akan dilaporkan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini