Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo Yakin Industri Pariwisata akan Kembali Bangkit

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 08 Juli 2020 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 406 2243147 wamen-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif-angela-tanoesoedibjo-yakin-industri-pariwisata-akan-kembali-bangkit-X5QgvZ4WQN.jpg Angela Tanoesoedibjo (Foto: Okezone)

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo yakin bahwa industri pariwisata Indonesia akan kembali bangkit di era new normal ini. Kendati demikian, dia meminta agar seluruh pemangku kepentingan dan para stakeholders dapat bekerjasama untuk memastikan seluruh protokol kesehatan pariwisata dapat dijalankan dengan baik.

Menurutnya penerapan protokol kesehatan ini sangat penting untuk menyelaraskan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan produktivitas dengan cara yang aman.

"Ini penting untuk membangun kepercayaan konsumen domestik dan mancanegara, dalam mengonsumsi produk dan jasa serta melakukan perjalanan ke destinasi wisata di Indonesia," tutur Angela dalam virtual Talkshow bertajuk 'Sosialisasi Kebijakan & Simulasi Protokol Kesehatan Bagi Industri Parekraf di Masa Covid-19', Jakarta, Rabu (8/7/2020).

 Angela

Lebih lanjut Angela menjelaskan, bahwa Kemenparekraf berdasarkan petunjuk dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi telah melakukan koordinasi yang intens dengan Kementerian Kesehatan.

 Baca juga: 4 Pesona Angela Lorenza Model Cantik Keturunan Arab China Pakai Kaos Timnas

Dari hasil sinergi ini, maka sektor parekraf memiliki protokol khusus yang ditandai dengan diterbitkannya keputusan Menteri Kesehatan No.382 tahun 2020 tentang protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka mencegah Covid-19.

"Tentunya peran serta dari para asosiasi di sektor parekraf sangat dibutuhkan sehingga subtansi dari protokol yg dimaksud diharapkan mampu menjawab kebutuhan para pelaku usaha dalam melakukan persiapan sebelum menjalankan usahanya kembali," kata Angela.

Sebagai turunan dari keputusan tersebut, Kemenparekraf juga tengah berproses untuk menyiapkan sejumlah panduan teknis dalam bentuk handbook yang memperhatikan 4 indikator yaitu kebersihan, kesehatan, keselamatan, kelestarian lingkungan.

"Jadi akan ada handbook yang mengatur, hotel, restoran, dan rumah makan. Handbook terkait daya tarik wisata, usaha perjalanan wisata, serta handbook mice dan event," terang Angela.

"Namun diperlukan kedisiplinan dari pelaku usaha untuk menjalankan petunjuk-petunjuk yang tercantum dalam protokol dan handbook. Oleh karena itu dibutuhkan kerja sama yang erat dari pemerintah provinsi, kabupaten, dan asosiasi dalam mengawasi penerapannya. Tujuannya agar usaha-usaha di sektor ekonomi kreatif tidak menjadi titik penyebaran Covid-19 yang baru," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini