Cerita Wisnu Arimbawa, Pria yang Minta Tiket Masuk Objek Wisata di Bali Digratiskan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 08 Juli 2020 20:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 406 2243382 cerita-wisnu-arimbawa-pria-yang-minta-tiket-masuk-objek-wisata-di-bali-digratiskan-mJkMhWZMYE.jpg Wisnu (Foto: Facebook Wisnu)

Menjelang dibukanya objek wisata di Pulau Dewata Bali pada Kamis 9 Juli 2020, sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook Wisnu Arimbawa mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut, Wisnu yang diketahui merupakan salah satu pelaku pariwisata di Bali, menyarankan agar para pengelola objek wisata untuk menggratiskan tiket masuk kepada wisatawan lokal, khususnya warga Bali asli.

"Menyambut Bali dalam new normal, tanggal 9 Juli dijadwalkan semua objek wisata di Bali akan dibuka dan dikhususkan untuk turis lokal Bali. Melalui kesempatan ini saya mengusulkan kepada Pemerintah Daerah Bali dan pengelola objek wisata, agar masyarakat Bali tidak dikenakan tiket masuk utk menikmati objek2 tersebut. Make it free for Balinese, let's say sampai tgl 27 Juli 2020," kata Wisnu.

 Wisnu

Lebih lanjut Wisnu mengatakan, bahwa strategi ini dimaksudkan untuk menstimulus aktivitas wisata, sehingga pergerakan ekonomi lokal di objek tersebut dapat kembali pulih. Selain itu juga ampuh untuk mempromosikan kembali objek-objek wisata yang sempat tutup akibat Covid-19.

"Sebagai gantinya, tentu warga Bali yang berkunjung akan berkontribusi untuk pergerakan ekonomi masyarakat lokal di objek tersebut seperti wisata kuliner, sekedar ngopi-ngopi, atau membeli oleh oleh warga lokal. Plus, di jaman digital ini, warga Bali akan berkesempatan mengabarkan positifnya kondisi pariwisata Bali ke seluruh dunia melalui kanal-kanal medsos," kata Wisnu.

"Saatnya warga Bali menjadi agen-agen marketing bagi destinasinya sendiri, sebelum tanggal 31 Juli dibuka untuk turis dalam negeri dan 11 September dibuka utk turis mancanegara. Semoga dapat dipenuhi usulan saya ini, semoga," tutup Wisnu.

Video Wisnu pun akhirnya viral dan mendapat banyak respons positif dari berbagai pihak, termasuk para pelaku wisata di Bali.

Untuk mengonfirmasi kelanjutan dari strategi tiket masuk gratis ini, Tim Okezone Lifestyle berhasil melakukan wawancara khusus dengan pria yang diketahui bernama lengkap I Dewa Gede Wisnu Arimbawa tersebut.

 Spontanitas

Wisnu mengaku bahwa ide tiket gratis yang dia sampaikan pada video berdurasi kurang dari 4 menit itu sebetulnya hanya spontanitas semata.

"Jujur video itu spontanitas banget, dan saya tidak sangka bakal viral banget hari ini. Kebetulan, saya kemarin sembahyang di Tanah Lot, dan menyempatkan waktu untuk membuat video itu.

Wisnu mengatakan, sejak lama sebagian objek wisata di Bali memang memungut biaya tiket masuk hingga biaya parkir kendaraan pribadi. Contohnya Pantai Pandawa, Jati Luwih, atau Pantai Melasti.

Baca juga: 4 Pesona Angela Lorenza Model Cantik Keturunan Arab China Pakai Kaos Timnas

Hanya beberapa objek wisata seperti Pantai Kuta saja yang dibuka secara gratis untuk wisatawan.

"Selama ini, warga yang memiliki KTP Bali kan tetap dipungut biaya tiket masuk. Saya paham, biaya itu memang untuk keperluan operasional dan maintenance. Tapi anggaplah ini sebagai reward kepada masyarakat Bali karena sudah mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Pak Jokowi kan sebelumnya sudah memuji kedisiplinan warga Bali dalam menanggapi pandemi Covid-19," ungkapnya.

 

Stimulus pergerakan wisatawan

Lebih lanjut Wisnu menjelaskan, dengan menggratiskan tiket masuk di sejumlah objek wisata, segara tidak langsung akan menstimulus pergerakan ekonomi lokal serta menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Terlebih bila para milenial ikut menikmati program tiket gratis ini. Mereka yang dikenal melek teknologi, tentu akan membantu menginformasikan bahwa pariwisata Bali kini sudah dibuka kembali.

"Pengguna internet di Bali itu cukup banyak. Apalagi milenial, mereka secara tidak langsung akan membantu promosi melalui unggahan-ungahan di media sosialmya," kata Wisnu.

Wisnu tidak menampik bahwa strategi ini seolah-olah mengesampingkan kepentingan pengelola objek wisata. Tapi sebetulnya, inti dari strategi ini adalah sinergi antara warga, pemerintah daerah, dan media untuk mengabarkan bahwa Bali siap menyambut era new normal pariwisata.

"Toh selama kurang lebih empat bulan ditutup, biaya operasional dan maintenancenya menjadi minim. Dan program tiket masuk gratis ini kan hanya berlangsung dari 9 Juli sampai paling tidak 27 Juli. Kurang lebih 3 minggu. Perlu diingat, ekonomi lokal akan bergerak karena ada pengunjung. Dan 85% warga Bali mengandalkan pariwisata," jelasnya.

Respons positif

Sejak videonya viral di media sosial, Wisnu yang juga menjabat sebagai Managing Director GD Tour Bali mengaku telah menerima berbagai respons positif dari berbagai pihak, termasuk dari Gubernur Bali I Wayan Koster.

"Saya dengar sudah ada yang mendukung ide saya baik dari pelaku wisata maupun pengelola objek wisata. Ada yang menyarankan agar dibuat diskon 50% saja. Sementara Bapak Gubernur, beliau juga sudah lihat dan memberikn apresiasi. Namun, sebagian besar objek wisata di Bali itu kan berada di bawah pemerintah Kabupaten/Kota," kata Wisnu.

"Tapi kalau mau menunggu keputusan dari bupati atau walikota, berarti harus melewati birokrasinya dulu. Paling terkendala di situ saja. Seharusnya pemerintah bisa melihat kesempatan ini. Mumpung lagi viral dan dibicarakan banyak orang. Kalau harus lewat birokrasi malah lambat banget," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini