Share

Melongok Sejarah Hagia Sophia, Museum Agung yang Kini Berubah Jadi Masjid

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 12 Juli 2020 09:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 12 406 2245049 melongok-sejarah-hagia-sophia-museum-agung-yang-kini-berubah-jadi-masjid-Q6aaQ4vQS1.jpg Keagungan Hagia Sophia (Foto: Inst Athensvoice)

Presiden Turki Erdogan mendeklarasikan Hagia Sophia sebagai masjid di Istanbul pada Jumat (10/7/2020). Pengumuman itu dikabarkan seraya dengan diadakannya Sholat Jumat pertama di sana.

Menurut Reuters, keputusan ini keluar setelah pengadilan tinggi memutuskan konversi bangunan kuno ke sebuah museum oleh negarawan Turki modern adalah ilegal. Dengan kabar ini, maka resmi Hagia Sophia sekarang adalah masjid.

 Hagia Sophia

Di sisi lain, Anda perlu tahu bahwa Hagia Sophia pada awalnya adalah gereja Katolik kuno yang sudah berdiri sejak pada abad ke-6, tepatnya tahun 532-537 di bawah arahan Kaisar Bizantium Justinian I.

Sejarah mencatat bahwa Hagia Sophia merupakan monumen paling agung di dunia di abad itu. Bangunan tersebut disebut juga sebagai struktur Bizantium yang paling penting dan indah pada massanya.

Proses pembuatan Hagia Sophia terbilang singkat, hanya butuh waktu enam tahun saja. Waktu tersebut tidak biasa di abad ke-6 di mana bangunan dibuat dengan mekanika dan matematika yang sangat rumit.

Hagia Sophia memadukan Basilika longitudinal dan bangunan terpusat dalam cara yang sepenuhnya asli, dengan kubah utama setinggi 32 meter yang didukung pendentif dan dua semi-kubah, satunya di kedua sisi sumbu longitudinal. Dalam rencana pembangunan, Hagia Sophia hampir dibentuk dalam pola persegi, lho.

Melihat ke dalam Hagia Sophia, maka Anda akan menemukan tiga lorong yang dipisahkan oleh kolom dengan galeri di atas dan dermaga marmer besar naik untuk mendukung kubah. Dinding di atas galeri dan dasar kubah yang ditopang jendela, yang mana kontruksi ini memberi kesan kanopi mengapung di udara.

Menurut laman Britannica, Hagia Sophia pernah terbakar, tepatnya pada tahun 404 saat kerusuhan. Setelah musibah itu, Hagia Sophia dibangun kembali bahkan diperbesar oleh Kaisar Romawi Constans I. Sampai akhirnya bangunan tersebut dipergunakan kembali pada 415 dan diresmikan oleh Teodosius II.

Nahas, bangunan yang diperuntukan untuk gereja itu kembali terbakar dalam pemberontakan Nika pada 532.

 Baca juga: Pesona Farah Quinn saat Main Golf, Bagai Gadis Muda

Perlu Anda ketahui, bangunan yang sekarang itu merupakan konstruksi abad ke-6, meskipun gempa bumi sempat meruntuhkan parsial kubah pada tahun 558. Tapi, diperbaiki lagi ke skala yang lebih kecil.

Nah, peristiwa pengubahan Hagia Sophia menjadi masjid terjadi pada tahun 1453 oleh Mehmed II. Di momen itu, dia menambahkan menara kayu untuk tempat adzan berkumandang. Kemudian, olehnya juga ditambahkannya lampu gantung yang besar, sebuah mihrab (ceruk yang menunjuk ke arah Mekkah), dan sebuah mimbar.

Tak hanya itu, berdiri juga sebuah Minaret merah yang ada di sudur tenggara bangunan ini. Sampai saat ini belum jelas siapa yang membuat bangunan tersebut; Mehmed II atau putranya, Bayezid II. Namun sayang, bangunan ini tak bertahan.

Lalu, Bayezid II mendirikan Minaret putih di sisi Timur Laut masjid. Dua menara yang identik di sisi barat diminta untuk dibuat oleh Selim II atay Murad III dan dibangun oleh arsitek Ottoman terkenal di Sinan, pada 1500-an.

Sampailah pada 1935, Hagia Sophia ditetapkan menjadi museum. Sejarawan seni mempertimbangkan mosaik bangunan yang indah untuk tetap menjadi sumber utama pengetahuan bagi masyarakat setelahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini