Liburan di Jogja Tak Pakai Masker, Siap-Siap Kena Denda Rp100 Ribu!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 15 Juli 2020 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 406 2246896 liburan-di-jogja-tak-pakai-masker-siap-siap-kena-denda-rp100-ribu-qydDraPyqD.jpg Turis wajib pakai masker liburan di Jogja (Foto : Sindonews.com)

Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tidak main-main dalam menangani pandemi Covid-19. Mereka mengeluarkan peraturan yang sangat ketat demi mencegah penyebaran virus tersebut.

Salah satu peraturan yang telah dirampungkan adalah penetapan denda sebesar Rp100 ribu bagi warga yang tidak menggunakan masker di tempat umum. Peraturan ini juga berlaku bagi wisatawan yang sedang berlibur di Yogyakarta.

Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Kepala Dinas Pariwisata Singgih Raharjo. Dia mengatakan bahwa peraturan ini secara resmi telah tertuang dalam Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 51 Tahun 2020.

Malioboro

Dalam peraturan tersebut, protokol pencegahan dan pengendalian Covid-19 terbagi dalam dua kategori, pertama protokol umum dan yang kedua protokol khusus yang mengacu pada bidang masing-masing seperti kesehatan, pendidikan, pariwisata, keagamaan, perdagangan, perhubungan, dan pelayanan masyarakat.

"Yang perlu diingat peraturan ini tidak hanya berlaku di destinasi atau objek-objek wisata saja. Tetapi juga di tempat umum di Yogyakarta," kata Singgih saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, Rabu (15/7/2020).

Kendati demikian, Singgih mengatakan mekanisme pemberian sanksi atau denda ini akan dilakukan secara berlapis. Artinya wisatawan tidak akan langsung didenda ketika kedapatan tidak menggunakan masker.

"Peraturannya berlapis. Artinya, akan diberi teguran dulu, kalau sudah ditaati ya tidak dikenakan denda. Tapi kalau masih ngeyel ya didenda Rp100 ribu," jelas Singgih.

Baca Juga : 4 Potret Liburan Manja Hana Hanifah ke Bali hingga Italia

Selain itu, Singgih juga sempat menjelaskan update informasi seputar perkembangan destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah resmi dibuka kembali.

Setidaknya terdapat sekitar 15 destinasi wisata yang kini tengah masuk dalam tahap uji coba operasional terbartas. Dalam arti lain, seluruh objek wisata tersebut masih dikhususkan untuk wisatawan lokal terlebih dahulu.

"Masih dikhususkan untuk wisatawan di dalam DIY dulu. Yang sifatnya massal kami masih belum menerima, apalagi berasal dari zona merah dan zona hitam," tandas Singgih.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini