Berwisata di Masa Pandemi Covid-19 Jadi Lebih Nyaman Karena Kemenparekraf Telah Siapkan Program Ini

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 23 Juli 2020 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 406 2251070 berwisata-di-masa-pandemi-covid-19-jadi-lebih-nyaman-karena-kemenparekraf-telah-siapkan-program-ini-QnlRn9X8Ns.jpg Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama (Foto: Instagram)

JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengaku ada tantangan yang tidak bisa dihindarkan saat membuka pariwisata baru di tengah Covid-19. Adanya faktor ketakutan wisatawan saat berkunjung ke lokasi wisata, menjadi hal yang tidak bisa dihindari.

"Tidak mudah untuk menghilangkan hal tersebut di masa ini," kata Wishnutama dalam pidato virtualnya di Manajer Forum ke-XLVIII MNC, Kamis (23/7/2020).

Namun ada satu cara yang bisa mengalahkan hal tersebut yakni membangun kepercayaan. Wishnutama menegaskan, memberikan keamanan wisatawan menjadi hal terpenting agar wisatawan bisa kembali berkunjung ke lokasi wisata.

Menparekraf Wishnutama

Baca juga: Wishnutama Ajak Pelaku Parekraf dan UMKM Pasarkan Produk Wisata Lewat Digital

"Pariwisata membutuhkan trust atau kepercayaan. Oleh karena itu, kita akan memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik di lokasi tersebut. Kita sudah buktikan saat kerjasama bersama tenaga medis Covid-19 untuk menginap di hotel dan tidak ada pekerja hotel yang terpapar virus Corona. Ini dilakukan karena kita melakukan protokol kesehatan yang ketat," tuturnya.

"Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, kedisiplinan, dan kepedulian sesama, ini akan membangun kepercayaan. Ini yang akan kita kampanyekan terus-menerus," tegasnya.

Senada diungkapkan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ‎Angela Tanoesoedibjo. Wanita kelahiran 23 April 1987 tersebut menjelaskan, ada tiga parameter dalam pembukaan destinasi wisata.

"Pertama, saat tempat wisata dibuka maka memiliki nilai ekonomis yang besar. Kedua, memiliki risiko rendah atau destinasi yang dibuka sangat baik dalam penanganan Covid-19 di wilayah tersebut dan siap menerapkan protokol kesehatan ketat," tuturnya.

"Tiga, Kemenparekraf tengah membangun citra Indonesia di mata dunia Internasional dengan cara mengedukasi masyarakat melalui sosialisasi protokol kesehatan, sehingga dapat membangun kepercayaan wisatawan lokal dan internasional," tegasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini