Bangkitkan Pariwisata New Normal, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Beri Insentif kepada Wisatawan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 406 2251414 bangkitkan-pariwisata-new-normal-wamenparekraf-angela-tanoesoedibjo-beri-insentif-kepada-wisatawan-vnLtuj7TUK.jpg Angela Tanoesoedibjo (Foto: Kemenparekraf)

Guna membangkitkan gairah pariwisata dalam negeri, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengeluarkan sejumlah program pemulihan. Termasuk pemberian insentif tiket perjalanan kepada wisatawan.

Namun, hal tersebut justru memunculkan sebuah pertanyaan menggelitik di tengah masyarakat Indonesia. Banyak yang berasumsi bahwa pemberian insentif ini nantinya hanya akan dinikmati oleh kalangan menengah ke atas, atau mereka yang masih memiliki dana berlebih di tengah gempuran pandemi Covid-19.

 wisata new normal

Menanggapi pernyataan ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menegaskan bahwa program tersebut memang sengaja diluncurkan, guna menghidupkan kembali industri pariwisata nasional yang sempat 'mati suri'.

"Yang namanya program atau strategi itu kan harus ada prioritasnya. Untuk saat ini, mungkin belum semua lapisan masyarakat dapat menikmatinya. Namun paling tidak, industri pariwisata kita hidup dulu. Biar ada jalannya dulu, tentu ke depannya akan dilakukan penyesuaian lebih lanjut, sehingga semuanya seimbang," kata Menparekraf Wishnutama saat menghadiri webinar Manager Forum XLVIII bertajuk 'Tourism Industry : Where Are Now And What Is Next', Kamis (23/7/2020).

Perlu diketahui pula bahwa selain pemberian insentif tiket perjalanan, sebelumnya Kemenparekraf telah melaksanakan sejumlah program strategis.

Mulai dari memberikan bantuan langsung tunai kepada 44 ribu pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif, memberikan modal kepada desa-desa wisata, melakukan relaksasi perpajakan, menyediakan akomodasi, masker, dan makanan untuk para tenaga kesehatan, meluncurkan program Indonesia Care (I Do Care) hingga mengajak kementerian dan lembaga lain untuk melakukan kunjungan dinas di destinasi wisata.

Semuanya dilakukan demi menstimulus aktivitas di daerah wisata agar dapat bangkit kembali di tengah pandemi Covid-19.

 Baca juga: Jatuh Cinta dengan Pacar Sahabatmu, Ini Tips agar Tak Jadi Pelakor

Sementara itu, menurut pemaparan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Krearif, Angela Tanoesoedibjo, kebijakan atau program-program tersebut juga telah disusun menjadi kebijakan nasional Kemenparekraf, dan pelaksanaannya sendiri terbagi menjadi 3 fase.

Pertama adalah fase tanggap darurat, dengan fokus meringankan beban pelaku wisata, dan memprioritas keamanan dan kenyamanan mereka. Fase kedua adalah stimulus atau berkaitan dengan pemulihan di era new normal.

Dan fase terakhir, adalah pasca Covid-19, ketika sektor pariwisata nasional nantinya akan menjunjung tinggi nilai-nilai sustainability, conectivity, dan quality tourism.

"Seluruh program ini dibuat agar tepat sasaran. Karena sektor pariwisata benar-benar suffer selama pandemi Covid-19. Jadi harus jalan dulu, harus hidup dulu. Salah satu caranya dengan menjalankan pariwisata domestik terlebih dahulu," kata Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini