Fenomena Embun Es Dieng, Begini Keindahannya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 27 Juli 2020 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 406 2252808 fenomena-embun-es-dieng-begini-keindahannya-HpPsEPna6T.jpg Embun es Dieng (Foto: Twitter Alex Journey)

Destinasi wisata Dieng di Jawa Tengah kembali mencuri perhatian. Pada Minggu 26 Juli 2020 lalu, fenomena alam embun es lagi-lagi menyelimuti sejumlah area di dataran tinggi tersebut.

Fenomena unik ini mendadak viral setelah dibagikan oleh akun Twitter @alexjourneyID. Dalam unggahannya, Alex memamerkan beberapa foto yang diabadikan di kawasan objek wisata Candi Arjuna di Dieng.

 Candi Arjuna

Di foto itu, tampilan Candi Arjuna memang terlihat sedikit berbeda. Rumput-rumput hijau yang berada di sekitarnya tampak diselimuti benda berwarna putih yang sekilas menyerupai kristal es.

Benar saja, pada foto selanjutnya, Alex juga memamerkan foto rumput-rumput tersebut dari jarak dekat. Butiran embun es tampak menutupi bagian permukaan rumput hingga warnanya tampak keputihan.

Berdasar keterangan foto tersebut, disebutkan bahwa fenomena embun es atau embun upas itu terjadi lantaran suhu udara di Dieng dalam beberapa terakhir berada pada suhu -3 derajat Celcius.

"Frost and frozen dew have spread at Dieng Plateau, Central Java, bringing a temperature of -3 degrees Celsius on Sunday morning. #Dieng," tulis Alex.

Menurut penuturan Chamim, salah satu anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia, fenomena embun upas memang selalu terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Terlebih ketika memasuki puncak musim kemarau.

"Embun es atau embun upas ini biasanya terjadi bulan Juli sampai Agustus, bertepatan dengan musim kemarau. Tapi hanya berlangsung di pagi hari saja," kata Chamim saat ditemui Okezone di kawasan Candi Arjuna, Minggu (26/7/2020).

Lebih lanjut Chamim menjelaskan, embun upas sejatinya ibarat belati bermata dua. Di satu sisi, fenomena ini tak dipungkiri lagi menjadi salah satu daya tarik wisata di dataran tinggi Dieng. Namun di sisi lain, embun upas juga mendatangkan malapetaka bagi para petani kentang lokal.

"Banyak wisatawan yang sengaja datang ke Dieng karena ingin melihat langsung embun upas. Tapi kalau keseringan muncul bisa membuat petani kentang lokal gagal panen," kata Chamim.

Hal senada juga diakui salah seorang warga Dieng bernama Ardina Yustisia. Fenomena embun upas hampir terjadi setiap tahun, dan belakangan memang jadi daya tarik wisatawan. Tapi tidak bagi para petani di daerah tersebut.

Pasalnya, bunga kristal yang menyelimuti lahan pertanian ternyata dapat merusak tanaman dan menggagalkan panen. Alhasil, fenomena ini sangat merugikan banyak para petani di Dieng.

"Kebetulan saya bekerja sebagai seorang bankir, dan sudah banyak mendengar keluhan dari petani-petani setempat. Embun upas atau bunga kristal itu membuat tanaman kentang mereka 'lier' atau layu. Kalau sudah demikian, mau tidak mau kentang harus langsung di panen," terang Ardi.

Berdasarkan pengalamannya, fenomena embun upas terjadi mulai dini hari hingga menjelang fajar. Tak heran bila dalam beberapa tahun terakhir, banyak wisatawan yang nekat berkemah di kawasan Candi Arjuna hanya untuk berburu salju.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini