Ingin Berlibur ke Kepulauan Seribu, Yuk Patuhi Protokol Kesehatan Ini

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 03 Agustus 2020 16:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 406 2256252 wisatawan-yang-hendak-berkunjung-ke-kepulauan-seribu-diminta-patuhi-protokol-kesehatan-TLowFnYzUv.jpg Pulau Seribu (Foto: Inst Pulau Seribu Official)

Pandemi Covid-19 masih berlangsung. Meski pemerintah telah melonggarkan kebijakan PSBB, hingga membuka kembali sejumlah objek wisata, namun angka kasus positif corona masih terbilang tinggi.

Belum lama ini, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menyoroti perubahan status yang dialami oleh Kepulauan Seribu. Status destinasi wisata andalan DKI Jakarta ini berubah menjadi zona oranye, setelah beberapa bulan menyandang status zona hijau alias aman dari penyebaran Covid-19.

 Pulau Seribu

"Pemetaan zonasi risiko ini harus menjadi perhatian Pemprov DKI dan masyarakat Jakarta untuk selalu waspada dan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan ketat. Pasalnya, Kepulauan Seribu yang sebelumnya tidak terdampak sekarang sudah menjadi risiko sedang," kata Wiku pada konferensi pers di Graha BNPB belum lama ini.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia mengimbau wisatawan yang hendak berkunjung ke Kepulauan Seribu senantiasa menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan yang ada.

"Paling tidak ya menjalankan 3 protokol kesehatan yang utama seperti selalu menggunakan masker di tempat-tempat umum, selalu menjaga jarak, rajin cuci tangan baik pakai sabun atau hand sanitizer," kata Cucu saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, Senin (3/8/2020).

Cucu pun berharap agar ke depannya masyarakat, Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), dan petugas selalu menanamkan nilai-nilai kedisiplinan guna memastikan wisatawan benar-benar mematuhi protokol kesehatan.

 Baca juga: Tak Cuma Keriput, Ini 5 Tanda jika Usia Semakin Menua

"Kalau perlu ya dilakukan tindakan tegas setiap terjadi pelanggaran di tempat wisata oleh wisatawan," terang Cucu.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengetatkan pengawasan kepada setiap usaha dan aktivitas publik di Jakarta. Dalam waktu dekat ini, Pemprov DKI Jakarta juga akan mengumumkan secara resmi tentang pemberian denda bagi perusahaan maupun individu yang melanggar protokol kesehatan.

"Kami akan memberikan sanksi berupa denda dan penutupan kegiatan usaha. Kebijakan ini akan diterapkan pada tingkat individu bukan hanya kantor. Pribadi-pribadi yang melanggar berulang kali akan mendapatkan denda yang lebih berat daripada pelanggaran pertama," tegas Anies.

"Ingat, ini bukan sekadar status PSBB, ini adalah wabah yang nyatanya masih ada. Dan testing yang kita lakukan sangat massif, menunjukkan bahwa di Jakarta wabah ini masih ada," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini