Share

Eksotisnya De Djawatan Banyuwangi bak Hutan The Lord of The Ring

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 406 2257518 eksotisnya-de-djawatan-banyuwangi-bak-hutan-the-lord-of-the-ring-CzcPL3pNTf.jpg De Djawatan Banyuwangi (Foto : Dimas/Okezone)

Selain fenomena api biru di Kawah Ijen, Banyuwangi punya objek wisata alam lain yang unik dan tak kalah cantiknya. Objek wisata itu bernama De Djawatan.

Terletak di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, De Djawatan menawarkan panorama hutan dengan pohon-pohon trembesi yang menjulang tinggi.

Pohon-pohon trembesi inilah yang menjadi daya tarik utama De Djawatan di mata wisatawan. Konon katanya, pohon tersebut sudah berusia ratusan tahun lho, Okezoners!

Bahkan, sekilas tampilannya mirip hutan Fangorn dalam film The Lord of The Ring. Nah, berkat bentuknya yang unik, pohon trembesi itu sering dijadikan latar belakang foto wisatawan karena sangat instagramable.

"Daya tarik di sini ada rumah pohon. Tapi memang pengunjung paling banyak itu dari wisatawan domestik yang penasaran melihat pohon trembesi. Mereka biasanya foto-foto dengan latar belakang foto tersebut. Di sini memang ada beberapa spot yang cantik untuk berburu foto," tutur Suhartono selaku Junior Manager Bisnis Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, saat ditemui Okezone di tempat, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Suhartono menjelaskan, dulu kawasan wisata De Djawatan merupakan tempat penimbunan kayu milik KPH Banyuwangi Selatan. Namun karena suatu sebab, pihak pengelola berinisiatif untuk mengubahnya menjadi objek wisata.

De Djawatan

"Ya karena waktu itu lagi booming-booming-nya orang berwisata, jadi ya sekalian dibuat objek wisata saja. Di sini, wahana dan aktivitasnya merupakan hasil kerjasama dengan warga setempat. Kami menyediakan lahan, dan warga boleh ikut berkontribusi," ungkap Suhartono.

Mengingat kawasan ini dipenuhi pepohonan yang rindang, wisatawan akan dimanjakan oleh udara sejuk dengan hembusan angin semilir asyik yang menenangkan jiwa. Selain itu, terdapat sejumlah aktivitas wisata yang menarik untuk dijajal.

Mulai dari rumah pohon, melihat sarang kelelawar, hingga bermain ATV. Bila punya budget berlebih, wisatawan dapat mengelilingi tempat ini menggunakan delman. Tarifnya dibanderol Rp50 ribu untuk satu kali putaran.

Jangan lupa mampir ke cafe De Djawatan yang menyuguhkan beragam olahan kopi khas Banyuwangi. Salah satu menu favorit di tempat ini adalah olahan es kopi madu. Rasanya sangat menyegarkan, cocok untuk melepas dahaga setelah puas berburu foto instagramable.

De Djawatan

Tertarik mengunjungi De Djawatan? Tiket masuknya sangat terjangkau, hanya Rp5 ribu saja per orang. Tak perlu khawatir, pihak pengelola telah menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Kami baru buka lagi itu 16 Juli kemarin, tentunya setelah melewati tahap uji coba dan simulasi dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat. Di pintu masuk sudah ada petugas yang akan melakukan pengecekan suhu tubuh, kalau ada wisatawan yang sakit atau suhu tubuh lebih dari 37 derajat celcius, kami sudah sediakan ruang isolasi," kata Suhartono.

"Selain itu, pengunjung diwajibkan memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Kalau ada yang bandel tidak memakai masker, ya terpaksa kami keluarkan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini