Eksotisme Tangkahan di Sumatera Utara, Surga Tersembunyi Nicholas Saputra

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 406 2257795 mengintip-eksotisme-kawasan-wisata-tangkahan-di-sumatera-utara-surga-tersembunyi-nicholas-saputra-9k9RbJfVo9.jpg Tangkahan (Foto: Tangkahan Ecotourisr)

Setiap orang tentu memiliki destinasi wisata favorit yang sering mereka kunjungi untuk sekadar melepas rindu dan penat dari rutinitas sehari-hari. Apalagi di tengah pandemi Covid-19. Traveling menjadi salah satu cara terampuh untuk meringankan beban pikiran sebelum kembali berjibaku dengan kondisi yang tidak pasti seperti saat ini.

Nah, bicara soal destinasi wisata favorit, aktor Nicholas Saputra juga punya destinasi andalan lho, Okezoners! Bila menilik unggahan di akun Instagram pribadinya, @nicholassaputra, ada satu tempat yang cukup rutin dia kunjungi di sela waktu senggangnya yakni, kawasan konservasi Tangkahan di Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Akhir pekan lalu, Nicholas membagikan serangkaian foto liburannya di tempat yang dia sebut dengan istilah ‘The Real Hidden Paradise’. Salah satunya foto pepohonan rindang yang mengelilingi resort tempat dia menginap.

 Tangkahan

Dalam keterangannya, pemeran Rangga dalam film Ada Apa Dengan Cinta itu menuliskan sbeuah caption yang cukup puitis. Dia mengatakan, ‘Suara yang baik adalah suara alam.. dengarkan,”.

View this post on Instagram

#tangkahan #terrariotangkahan

A post shared by Nicholas Saputra (@nicholassaputra) on Aug 2, 2020 at 8:39pm PDT

Sementara pada foto selanjutnya, Nicholas Saputra kedapatan sedang menikmati waktu santainya bermain dengan ikan koi di kolam, dan detail-detail menarik dari bangunan yang berada di kawasan wisata tersebut.

 Baca juga: 5 Tempat Wisata Romantis di Jogja, Lokasi Syuting Dian Sastro di Film AADC 2

Tapi tunggu dulu Okezoners! Daya tarik Tangkahan sebetulnya tak hanya sekadar pemandangan alam yang eksotis dan menenangkan jiwa. Ada banyak sekali aktivitas yang bisa Anda lakukan di tempat ini. Namun sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita melihat sejarah dan asal usulnya.

1. Sejarah Tangkahan

Mengutip situs resmi gunungleuser.or.id, produk pariwisata alam Tangkahan yang menjadi primadona Pariwisata Alam di Sumatera Utara itu pertama kali diluncurkan di bulan Februari 2004. Sebelumnya, Tangkahan terkenal sebagai surganya pembalak liar yang membalak kekayaan hutan Tangkahan secara sistematis, dengan mengandalkan arogansi kekuasaan dan kekerasan.

Seiring berjalannya waktu, sekelompok anak muda idealis akhirnya dapat mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat Tangkahan menjadi peduli pada konservasi Tangkahan. Perjuangan mereka juga membuahkan hasil manis. Pada 2004 lalu, produk wisata Tangkahan resmi diluncurkan.

2. Kondisi Ekologi

Kawasan Tangkahan merupakan kawasan hutan tropis yang menjadi bagian kawasan TNGL. Kawasan ini merupakan habitat alami dari berbagai jenis satwa liar yang memiliki wilayah jelajah tertentu. Kawasan ini memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang sangat tinggi, sebagian besar kawasan Tangkahan merupakan hutan hujan tropis mulai dari hutan primer Dipterocarpaceae dan hutan primer campuran.

Kawasan ini secara umum didominasi oleh tumbuhan dari famili Dipterocarpaceae, Meliaceae, Burseracea, Euphorbiacae, dan Myrtaceae. Pohon-pohon besar dengan diameter di atas 1 meter (di antaranya adalah pohon kayu jenis damar, meranti, dan kayu raja) masih dapat ditemui pada jalur-jalur yang relatif mudah dicapai. Hutan di kawasan Tangkahan memiliki 6 (enam) spesies primata seperti orangutan sumatera (Pongo abelli), siamang (Hylobates syndactilus), kedih (Prisbytis sp.), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), dan beruk (Macaca nemestrina).

Fauna lainnya yang mudah dilihat di sekitar kawasan Tangkahan adalah burung rangkong (Buceros rhinoceros), srigunting batu (Dicrurus paradiceus) dan elang (Haliartus sp). Sedangkan orangutan sumatera dan burung kuau (Phasianidae) dapat dilihat pada waktu tertentu saja.

3. Fasilitas dan aktivitas

Fasilitas di Tangkahan juga terbilang lengkap. Wisatawan dapat memilih tempat penginap yang terbagi menjadi dua dua kategori yakni, hotel atau resort dan homestay. Biayanya relatif mulai dari Rp200 ribuan. Sementara untuk rumah makan, terdapat 5 warung yang menyuguhkan beragam hidangan lezat, termasuk kuliner khas Sumatera Utara.

Di Tangkahan wisatawan dapat merasakan sensasi bermain dengan gajah jinak, jungle patrol bersama gajah, caving, memancing, tubing, trekking hutan, dan camping. Seru banget kan!

4. Akses menuju ke sana

Untuk menuju Tangkahan dari propinsi lain di Indonesia, dapat melalui Bandar Udara Kuala Namu (Deli Serang) – Medan – Tangkahan. Kawasan Tangkahan dapat dicapai selama 3 sampai 4 jam perjalanan darat dengan kendaraan umum maupun pribadi dengan jarak tempuh kurang lebih 95 km dari Kota Medan.

Kondisi jalan relatif baik, walaupun terdapat kurang lebih 20 – 25 Km saat ini yang mengalami kerusakan sedang , tetapi dapat dilalui dengan kecepatan 20 – 30 Km/ jam.

Wisatawan yang hendak menggunakan kendaraan umum bisa menumpangi Minibus/Angkot “Pembangungan Semesta” dari Terminal Pinang Baris di Medan menuju Tangkahan, perjalanan kurang lebih 4 jam. Sementara yang menggunakan kendaraan rental, perjalanan kurang lebih 4 jam. Nah, untuk memasuki kawasan Tangkahan, wisatawan hanya perlu membayar tiket masuk senilai Rp3 ribu saja per orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini