Bangun Creative Hub, Wishnutama Ingin Pelaku Industri Kreatif dan Seniman Makin Sejahtera

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2020 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 406 2258750 bangun-creative-hub-wishnutama-ingin-pelaku-industri-kreatif-dan-seniman-makin-sejahtera-sdkjWkoutL.jpg Candi Borobudur (Foto: Inst Arthyzzz)

Pandemi Covid-19 secara tidak langsung telah mengubah pattern wisata di Indonesia. Hal tersebut juga diiringi oleh perubahan perilaku wisatawan yang kini lebih mengedepankan keamanan, keamanan, kenyaman, dan kualitas.

Perubahan pattern wisata itu sedikit banyak telah memicu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengeluarkan sejumlah program baru, guna memaksimalkan peningkatan kualitas destinasi wisata di Indonesia.

 Wishnutama

Selain meluncurkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Enviromental Sustainability), Kemenparekraf juga tengah mendorong pembangunan creative hub di 5 Destinasi Super Prioritas (Candi Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, Likupang, dan Danau Toba). Creative hub ini dipercaya dapat meningkatkan potensi wisata dan pengembangan eknomi kreatif.

Hal ini sempat dijelaskan secara gamblang oleh Mengeri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama saat melakukan kunjungan kerja ke Danau Toba, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

“Creative Hub menjadi wadah bagi pelaku kreatif lokal di Destinasi Pariwisata Super Prioritas untuk memaksimalkan potensi masyarakat, melalui kegiatan seperti workshop, showcase, event kreatif mingguan, dan sebagainya,” kata Wishnutama seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone belum lama ini.

Wishnutama mengatakan, creative hub ini nantinya diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas serta kesejahteraan dari para pelaku industri kreatif seperti para pengrajin suvenir, seniman, pengusaha kuliner, dan fotografer.

Selain itu, creative hub ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan untuk datang ke destinasi itu sendiri.

“Pariwisata harus bisa menyejahterakan masyarakat setempat, tidak boleh hanya menjadi penonton,” ungkap Wishnutama.

Lantas, bagaimana progres pembangunan creative hub di 5 Destinasi Super Prioritas tersebut?

Menurut penjelasan Hari Sungkari, selaku Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, seluruh creative hub di 5 destinasi itu diharapkan rampung pada tahun 2021 mendatang. Saat ini progresnya masih berkutat pada pemilihan tempat yang tepat.

"Waktu Pak Presiden ke Semarang beberapa waktu lalu, dia ingin Kota Tua di Semarang dijadikan Creative Hub 'Borobudur'. Tapi untuk memilih lokasi atau tempatnya memang memerlukan proses yang lama. Sejauh ini ada dua lokasi, di Galeri Industri Kreatif dan di Oudetrap masih dalam proses negosiasi," kata Hari saat menghadiri webinar bertajuk 'Membangun 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang Berkualitas' bersama Kementeri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jumat (7/8/2020).

Lebih lanjut Hari menjelaskan bahwa creative hub ini nantinya harus dikelola oleh komunitas serta pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif lokal. Seperti creative hub Samosir yang akan dikelola oleh para komunitas kopi setempat (coffee synergy).

"Creative Hub itu sebelum dibangun, kita harus tentukan dulu pengelolanya. Di Samosir ada kelompok Cofee Synergy. Selain mereka kreatif, mereka juga akan diberi kewenangan sebagai building management. Intinya memang harus ada orang yang mengelola, karena selama ini PUPR hanya membangun saja kan," tambahnya.

Hari berharap nantinya creative hub dapat dimaksimalkan para pelaku UMKM dan wisata lokal untuk menjual dan mempromosikan potensi yang mereka miliki.

"Creative hub itu bukan hanya untuk pamer, tapi harus bisa memfasilitasi pelaku kuliner, fashion, kain, dan semafamnya untuk bertemu investor atau buyer. Jadi manfaatnya bisa menyejahterakan masyarakat setempat," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini