Pesawat Masih Jadi Moda Transportasi Teraman di Era New Normal

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 10 Agustus 2020 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 406 2259792 pesawat-masih-jadi-moda-transportasi-teraman-di-era-new-normal-EOAVy56Jua.jpg Pesawat terbang (Foto: Twisted Food)

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) menyebut pesawat terbang masih menjadi moda transportasi teraman. Khususnya di masa new normal.

Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja menjelaskan, pesawat terbang menjadi moda transportasi teraman karena seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di industri penerbangan telah menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan.

“Moda transportasi mana lagi yang mewajibkan setiap penumpangnya memiliki dokumen yang menyatakan mereka bebas covid-19, hanya pesawat udara. Lagipula belum ada kasus transmisi lokal Covid-19 di pesawat,” ujar Denon di Medan, Sabtu (8/8/2020).

 pesawat terbang

Namun disayangkan, banyak informasi tidak benar yang menimpa industri penerbangan tanah air, yang justru memberikan kekhawatiran kepada masyarakat.

Untuk melawan penyebaran informasi yang tak benar itu, Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) menyebut pesawat terbang masih menjadi moda transportasi teraman. Khususnya di masa adaptasi kebiasaan baru saat ini.

Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja menjelaskan, pesawat terbang menjadi moda transportasi teraman karena seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di industri penerbangan telah menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan.

“Moda transportasi mana lagi yang mewajibkan setiap penumpangnya memiliki dokumen yang menyatakan mereka bebas Covid-19. Hanya pesawat udara. Lagipula belum ada kasus transmisi lokal Covid-19 di pesawat,” ujar Denon di Medan, Sabtu (8/8/2020).

Namun disayangkan, banyak informasi tidak benar yang menimpa industri penerbangan tanah air, yang justru memberikan kekhawatiran kepada masyarakat. Untuk melawan penyebaran informasi tidak benar itu, INACA bersama sejumlah stakeholdernya melaksanakan kampanye penerbangan aman dan selamat. Kampanye tersebut bertajuk ‘Save Travel Campaign’.

"Melalui Safe Travel Campaign, kami ingin meyakinkan sekaligus mengajak masyarakat untuk kembali melakukan aktivitas penerbangan seperti sediakala," sebutnya.

Denon menilai selama ini pemerintah telah membantu maskapai dan pengelola bandara dalam menyediakan layanan penerbangan yang sehat. Caranya dengan mewajibkan para penumpang pesawat mengantongi surat hasil rapid test dan mengisi health alert card jika hendak bepergian dengan moda transportasi udara. Selain itu, ketentuan social distancing di area bandara dan di dalam pesawat juga diberlakukan

"Rapid test dan health alert card untuk memastikan para penumpang yang masuk ke dalam pesawat semuanya sehat. Kami berharap dengan melakukan kampanye ini, kepercayaan masyarakat untuk terbang lagi dengan sehat dan selamat bisa meningkat," jelasnya.

CEO PT Whitesky Aviation ini berharap, seluruh Pemerintah Daerah mau mendukung Safe Travel Campaign yang diinisiasi INACA dengan restu dari Kementerian Perhubungan.

"Prosedur kesehatan masyarakat itu tanggung jawab Kementerian Kesehatan. Jangan sampai upaya kami menaikkan jumlah penumpang, lantas pihak airlinesnya disorot oleh Pemda. Sudah jelas kami telah menjalankan protokol kesehatan yang baik dari sisi bandara, maskapai, sampai ke hotel demi bisa meningkatkan lagi perekonomian," kata Denon.

Ia meyakini, jika kampanye bisa gencar dipublikasikan maka masyarakat akan percaya diri untuk bepergian lagi.

"Harapan kami di semester II jumlah penumpang pesawat bisa sampai 20 juta lagi dengan melakukan safe campaign. Karena dengan meningkatnya jumlah penumpang pesawat, maka industri pariwisata dan masyarakat yang hidup dari sektor tersebut bisa terbantu," tandas Denon. tidak benar itu, INACA bersama sejumlah stakeholdernya melaksanakan kampanye penerbangan aman dan selamat. Kampanye tersebut bertajuk ‘Save Travel Campaign’.

 Baca juga: 4 Potret Terbaru Hana Hanifah Setelah Bebas dari Kasus Prostitusi

"Melalui Safe Travel Campaign, kami ingin meyakinkan sekaligus mengajak masyarakat untuk kembali melakukan aktivitas penerbangan seperti sediakala," sebutnya.

Denon menilai selama ini pemerintah telah membantu maskapai dan pengelola bandara dalam menyediakan layanan penerbangan yang sehat. Caranya dengan mewajibkan para penumpang pesawat mengantongi surat hasil rapid test dan mengisi health alert card jika hendak bepergian dengan moda transportasi udara. Selain itu, ketentuan social distancing di area bandara dan di dalam pesawat juga diberlakukan

"Rapid test dan health alert card untuk memastikan para penumpang yang masuk ke dalam pesawat semuanya sehat. Kami berharap dengan melakukan kampanye ini, kepercayaan masyarakat untuk terbang lagi dengan sehat dan selamat bisa meningkat," jelasnya.

CEO PT Whitesky Aviation ini berharap, seluruh Pemerintah Daerah mau mendukung Safe Travel Campaign yang diinisiasi INACA dengan restu dari Kementerian Perhubungan.

"Prosedur kesehatan masyarakat itu tanggung jawab Kementerian Kesehatan. Jangan sampai upaya kami menaikkan jumlah penumpang, lantas pihak airlinesnya disorot oleh Pemda. Sudah jelas kami telah menjalankan protokol kesehatan yang baik dari sisi bandara, maskapai, sampai ke hotel demi bisa meningkatkan lagi perekonomian," kata Denon.

Ia meyakini, jika kampanye bisa gencar dipublikasikan maka masyarakat akan percaya diri untuk bepergian lagi.

"Harapan kami di semester II jumlah penumpang pesawat bisa sampai 20 juta lagi dengan melakukan safe campaign. Karena dengan meningkatnya jumlah penumpang pesawat, maka industri pariwisata dan masyarakat yang hidup dari sektor tersebut bisa terbantu," tandas Denon.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini