Rayakan 17 Agustus di Gunung? Waspada Hipotermia, Ini Cara Mengatasinya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 10 Agustus 2020 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 406 2259955 rayakan-17-agustus-di-gunung-waspada-hipotermia-ini-cara-mengatasinya-DGDRipafRg.jpg Naik gunung (Foto: Inst Gunung Indonesia)

Tata cara pertolongan pertama

Pertolongan pertama yang bisa diberikan kepada pendaki dengan gejala tersebut adalah dengan mengamankannya di lokasi yang hangat. Segera buka tenda di tempat yang nyaman, agar sang pendaki bisa beristirahat dengan nyaman.

Setelah itu, segera ganti semua pakaiannya dengan pakaian kering, lalu beri selimut atau aluminium foil khusus untuk menghangatkan tubuhnya.

"Yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan minuman hangat dan asupan makanan bergizi seperti teh manis dan biskuit. Jaga komunikasi dan berikan mereka stimulus ringan. Contohnya ajak ngobrol atau cubit-cubit badannya. Jangan biarkan mereka tidur, karena bisa kehilangan kesadaran," ungkap Rahman.

"Kalau sudah parah seperti kesulitan bernapas dan denyut jantungnya berhenti, segera cari pertolongan medis. Sebagai tindakan darurat, bisa mentransfer panas tubuh dengan cara skin to skin. Tapi jangan disalahgunakan!," tambahnya.

Tindakan pencegahan

Untuk mencegah terjadinya hipotermia, Rahman menyarankan agar pendaki selalu menggunakan perlengkapan yang memadai dan sesuai dengan standar keamanan. Selalu jaga asupan makanan dan minuman, untuk memastikan stamina tubuh agar tetap prima.

"Istirahat yang cukup juga penting. Jangan terlalu memaksakan. Idealnya setelah 8 jam berjalan di gunung itu harus buka tenda dan beristirahat. Baiknya juga mendaki pada pagi dan sore hari. Selalu siapkan jaket hangat dan rain coat. Kalau hujan sudah berhenti, langsung ganti dengan pakaian kering. Intinya kita harus saling menjaga satu sama lain saat mendaki," tandasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini