Catat! Mau Liburan di Era New Normal Harus Siap Lakukan Pembayaran Digital

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 406 2260600 catat-mau-liburan-di-era-new-normal-harus-siap-lakukan-pembayaran-digital-Ip7D0z7BbC.jpg Wisata new normal (Foto: Pixabay)

Wisatawan dituntut untuk dapat beradaptasi di era pandemi Covid-19. Salah satunya dengan menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, maupun pihak pengelola wisata.

Protokol kesehatan yang dimaksud mencakup menjaga jarak sosial, mengenakan masker, serta rutin mencuci tangan dengan sabun cair dan air mengalir. Ketiga protokol dasar ini dipercaya dapat menurunkan potensi atau risiko penularan Covid-19.

Di samping itu, pemerintah kini juga telah melakukan berbagai upaya guna memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan. Termasuk mendukung penerapan alat pembayaran digital.

 membayar secara digital

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan, penerapan alat pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi salah satu solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam mendukung tatanan kehidupan era baru.

QRIS merupakan alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan aman serta dapat diaplikasikan di semua sektor. QRIS yang diluncurkan Bank Indonesia (BI), mendukung faktor clean, health, safety and environment sustainability (CHSE) yang meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi.

“Industri Pariwisata di Bali sudah siap memberikan pelayanan transaksi digital yang sesuai dengan protokol kesehatan, yaitu dengan adanya QRIS," ujar Giri seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (11/8/2020).

Giri kembali mengingatkan bahwa penerapan protokol kesehatan menjadi salah satu kunci dalam upaya membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Terutama di Bali yang merupakan destinasi favorit wisatawan nusantara tapi juga mancanegara.

Kemenparekraf sebelumnya juga telah meluncurkan buku panduan penerapan protokol kesehatan untuk berbagai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Termasuk kampanye nasional Indonesia Care sebagai simbol dari seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga masyarakat.

Baca juga: Potret Yuni Shara yang Belum Kehilangan Pesonanya di Usia 48 Tahun

"Kami mengapresiasi betul soal ini. Mari kita bersama-sama mensinergikan program untuk kemajuan kita bersama di Bali. Semoga kepercayaan wisatawan terus meningkat di era adaptasi kebiasaan baru ini," kata Giri.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, preferensi masyarakat atau wisatawan di era adaptasi kebiasaan baru akan berubah dan cenderung mencari layanan dengan tetap menjaga jarak dan menghindari kontak langsung.

“Penggunaan QRIS akan lebih efisien, dan di tengah pandemi Covid-19 ini sebagai media yang baik untuk bertransaksi baik di industri wisata, hal ini juga diharapkan dapat mempercepat kebangkitan perekonomian Bali,” ujar Tjokorda Oka.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, menambahkan, QRIS Bank Indonesia menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang dapat diaplikasikan di semua sektor khususnya pariwisata yang menuntut semuanya harus serba cepat, mudah, murah dan aman. Ini juga bisa diterapkan di semua sektor mulai dari retail, ticketing, pajak, atau untuk memenuhi kebutuhan wisatawan asing.

QRIS juga bertujuan untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kecil karena penggunaan QRIS sangat mudah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini