Di Balik Letusan Gunung Sinabung, Terselip Pesona Keindahan Danau Lau Kawar

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 12 Agustus 2020 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 406 2260996 di-balik-letusan-gunung-sinabung-terselip-pesona-keindahan-danau-lau-kawar-yA67geRHCh.jpg Gunung Sinabung erupsi (Foto: Okezone)

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meletus lagi. Erupsi gunung api ini pertama kali terlihat Sabtu 8 Agustus 2020.

Dua hari berselang, tepatnya Senin 10 Agustus 2020, pukul 10.16 WIB, Gunung Sinabung kembali memuntahkan material vulkanik dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 5.000 meter di atas puncak, atau 7.460 meter di atas permukaan laut.

Kepulan hujan abu tersebut membuat suasana di kawasan terdekat gelap gulita. Status Gunung Sinabung pun kini ditetapkan berada pada status Level III (Siaga).

 Danau Lau Kawar

PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 Km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 Km untuk sektor Selatan-Timur dan 4 km untuk sektor Timur-Utara.

Di balik letusannya yang dahsyat, pesona Gunung Sinabung memang tidak terbantahkan lagi. Gunung ini menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki gunung karena keindahan alamnya yang sangat menakjubkan.

Ada satu spot wisata di Gunung Sinabung yang selalu berhasil mencuri perhatian pendaki maupun wisatawan. Danau Lau Kawar namanya.

Mengutip situs Indonesia.go.id, Rabu (12/8/2020), danau ini berada di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), berada di ketinggian 2.451 meter diatas permukaan laut. Bila situasi normal banyak suguhan keindahan kawasan Berastagi dan Dataran Tinggi Karo yang juga berada di kaki Gunung Sinabung.

 Baca juga: Body Goals Nia Ramadhani di Atas Yacht Mewah, Iri Bilang Bos!

Untuk menyambangi Danau Lau Kawar, wisatawan akan melalui jalur dengan pemandangan yang sangat eksotis. Medannya memang berliku khas jalur trekking pegunungan, namun selama perjalanan berlangsung wisatawan akan disuguhkan suasana perkampungan, kebun sayur dan hutan pinus, sehingga akan terasa semakin nikmat.

Tak hanya pemandangan alam, wisatawan juga dapat melihat secara langsung kemegahan rumah adat Karo yang berusia ratusan tahun di sekitar jalur menuju Danau Lau Kawar, tepatnya di Desa Lingga.

Meski tidak sepopuler dan seluas Danau Toba, bila bicara soal pemandangan alam, Danau Lau Kawar memang tidak kalah cantiknya. Danau ini juga diapit alam pegunungan yang ditumbuhi oleh kayu-kayuan hutan tropis yang membuat suasana terasa teduh dan sejuk.

 Danau Lau Kawar

Pinggiran danau terbentang lahan seluas 3 Ha yang sangat cocok untuk berkemah dan bermalam. Selain itu, wisatawan dapat memancing, menyewa perahu atau kapal boat, dan panjat tebing.

Untuk merasakan sensasi berkemah di Danau Lau Kawar, wisatawan hanya dikenakan biaya retribusi dan parkir yang sangat terjangkau Rp20 ribu saja. Namun sayang, sejak erupsi Gunung Sinabung, kawasan ini menjadi gersang dan kering.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini