Menparekraf Wishnutama: Perbaikan Mendasar Kunci Tingkatkan Daya Saing Parekraf

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 14 Agustus 2020 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 406 2262523 menparekraf-wishnutama-perbaikan-mendasar-kunci-tingkatkan-daya-saing-parekraf-vwrc8iOkK0.jpg Menparekraf Wishnutama (Foto : @wishnutama/Instagram)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melakukan perubahan dan perbaikan mendasar sebagai upaya untuk bangkit menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19.

Wishnutama Kusubandio dalam keterangannya mengatakan, seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraan di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, pagi tadi, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pembenahan diri secara fundamental. Termasuk melakukan transformasi dan menjalankan strategi besar.

"Semangat ini harus kita jalankan bersama dengan melakukan perubahan-perubahan mendasar yang dapat meningkatkan daya saing kita di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Wishnutama seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (14/8/2020).

Menparekraf Wishnutama

Kemenparekraf sejak awal menargetkan untuk mengubah fokus kebijakan pariwisata Indonesia dari quantity tourism (jumlah wisatawan) menjadi quality tourism (kualitas wisatawan). Di mana faktor-faktor penunjang quality tourism terkait erat dengan hal-hal mendasar seperti kebersihan, kesehatan, keamanan dan keberlangsungan lingkungan.

Baca Juga : 10 Ucapan Hari Kemerdekaan ke-75 RI Pembakar Semangat, Merdeka!

Protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability) termasuk revitalisasi amenitas yang dijalankan Kemenparekraf menjadi bentuk perubahan fundamental yang sangat penting untuk keberlangsungan sektor parekraf ke depan.

“CHSE merupakan bentuk reformasi fundamental yang sangat penting yang tidak bisa ditawar. Hal tersebut dapat membangun kepercayaan dan rasa aman bagi seluruh wisatawan dan para stakeholder parekraf,” ujarnya.

Kemenparekraf pada umumnya memiliki tiga kebijakan nasional yang disusun dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pertama pengelolaan krisis dan memitigasi dampak sebagai respons terhadap kondisi darurat; Kedua, percepatan dan stimulus untuk pemulihan sektor Parekraf dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru; ketiga adalah penyiapan pasca Covid-19 untuk meningkatkan nilai tambah Industri Parekraf kedepannya.

"Saya sangat percaya bahwa dalam setiap krisis selalu ada peluang. Mari kita manfaatkan peluang yang ada dengan melakukan perubahan mendasar dan memaksimalkan kekuatan lokal sebagai awal lompatan besar untuk Indonesia," kata Wishnutama.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan pandemi Covid-19 membuat semua negara mengalami kemunduran. Namun kemunduran ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan.

Presiden Jokowi

"Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan," kata Presiden Joko Widodo.

Pola pikir dan etos kerja harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan. Efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional juga harus ditingkatkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini