Heboh Gunung Penanggungan Dipenuhi Lampu Gemerlap seperti Dugem, Netizen: Kurang Etika

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 19 Agustus 2020 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 406 2264242 heboh-gunung-penanggungan-dipenuhi-lampu-gemerlap-seperti-dugem-netizen-kurang-etika-J4kZpquvLH.jpg Pesta di Gunung (Foto: Inst Mountnesia)

Pesta di puncak gunung seperti dugem kembali terjadi. Kali ini giliran Gunung Penanggungan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang menjadi sorotan publik. Kejadian ini berlangsung pada momen Hari Kemerdekaan RI ke-75 yang jatuh pada Senin 17 Agustus lalu.

Videonya mendadak viral setelah diunggah oleh akun Instagram @backpacker_probolinggo. Dalam postingannya, terlihat jelas gemerlap lampu seperti suasana pesta yang sangat meriah.

 

Sorak sorai para pendaki juga terdengar saling bersautan hingga menimbulkan keriuhan.

Bahkan akun Instagram @mountnesia menyebut, rencana masuk ke hutan ingin mencari damai tidak ada hal-hal seperti ini. "Jelas mereka sangat mengganggu penghuni hutan dan para pencari kedamaian."

Selain itu, informasi yang berhasil dirangkum Okezone, menyebutkan bahwa prosesi upacara berlokasi di Puncak Bayangan dengan ketinggian sekitar 1.200 mdpl. Puncak Bayangan memang menjadi spot tempat para pendaki mendirikan tenda sebelum mengikuti upacara.

Akun Instagram @mountnesia juga mengkritisi perilaku pendaki yang dinilai tidak mengindahkan kondisi alam di sekitar.

Pernyataan itu sontak memicu perdebatan di kalangan netizen. Bahkan hingga berita ini dituliskan, video tersebut telah disaksikan lebih dari 37 ribu kali dan dibanjiri ribuan komentar.

"Tolong banget dong jangan ngerusak gunung napa, anak cucu gua belom ngerasain asrinya keindahannya naik gunung woy," tulis akun miftayariyadi.

"Kurangnya pemahaman dan etika ketika mendaki gunung. Ya jadinya seperti itu min," tulis akun _ucuppppppp.

"Ga ada kerennya sama sekali. Norak," tulis akun shofinokta.

 Baca juga: 5 Ciri Orang yang Emotionally Unavailable, Tidak Cocok Dijadikan Pasangan

"Asik nih klo kesurupan massal," kata ashabularoof.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini