Pariwisata Raja Ampat Kembali Dibuka, Wisatawan Wajib Registrasi Online

Salman Mardira, Jurnalis · Minggu 23 Agustus 2020 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 23 406 2265985 pariwisata-raja-ampat-kembali-dibuka-wisatawan-wajib-registrasi-online-r0yYjG4Tly.jpg Wisata Raja Ampat (Foto: Salman Mardira)

Pariwisata Raja Ampat, Papua Barat kembali dibuka mulai, Sabtu (22/8/2020), setelah tiga bulan tutup akibat pandemi Covid-19. Raja Ampat dibuka khusus untuk wisatawan domestik dengan protokol kesehatan sesuai adaptasi kebiasaan baru. Sedangkan untuk turis mancanegara masih ditutup.

"Pariwisata dibuka secara bertahap," kata Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan saat meresmikan pembukaan kembali wisata Raja Ampat di Darmaga Marina Wisata Falaya, Waisai yang ditandai dengan dibukanya selubung papan informasi 10 protokol adaptasi kebiasaan baru pariwisata Raja Ampat.

 Raja Ampat

Didampingi Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati, Dominggus turut meresmikan operasion Pelabuhan Marina Wisata Waisai, Pelabuhan Kapadiri, dan Pelabuhan Kofiau, Raja Ampat.

Dominggus mengatakan, wisatawan yang akan berwisata ke Raja Ampat di era adaptasi kebiasaan baru wajib mendaftarkan diri secara online pada website www.newnormal-rajaampat.com dan mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Pemerintah membuka satu pintu masuk buat wisatawan yakni melalui Pelabuhan Marina Wisata Waisai, tidak diperbolehkan langsung menuju lokasi wisata tanpa melaporkan dulu kedatangannya di pelabuhan tersebut. Di sana sudah disiapkan pos pemeriksaan kesehatan, surat bebas Covid-19, dan pengecekan dokumen perjalanan.

“Menghadapi virus corona, protokol kesehatan tetap kita terapkan. Sehingga kita harapkan semua destinasi di Raja Ampat bisa dibuka untuk wisatawan," ujar Dominggus.

 Baca juga: 5 Tanda Temanmu Hanya Memanfaatkanmu, Simak Ya

Dominggus juga mengajak wisatawan melestarikan objek wisata hutan laut. "Kita jaga alam, alam akan jaga kita. Kita jaga laut, laut akan jaga kita. Kita tinggalkan juga alam buat anak cucu kita, jangan sampai kita tinggalkan mereka air mata," katanya.

"Manfatkan wisata alam dengan bijaksana untuk mendukung pendapatan masyarakat, juga pendapatan daerah. Silahkan datang ke Raja Ampat para wisatawan," tambah Dominggus.

Sementara Bupati Abdul Faris Umlati, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat Yusdi Lamatenggo di tempat yang sama, mengatakan pariwisata Raja Ampat ditutup sejak Maret 2020, karena virus corona.

“Otomatis tidak ada orang ke Raja Ampat, resort pun tutup, semua tutup. Tapi sekarang Raja Ampat sudah zona hijau, tapi kita sempat oranye. Total ada 19 orang tapi semua sembuh,” katanya.

Pariwisata sudah dibuka untuk turis domestik atau nusantara. Sementara untuk wisatawan mancanegara akan dibuka setelah melihat perkembangan dan evaluasi dari kunjungan pelancong domestik nantinya.

“Kita dituntut membuat protokol adaptasi kebiasaan baru. Sudah ada Pergub, dan instruksi Menteri, sekarang kita mulai dengan wisatawan domestik. Karena asing belum dapat restu. Kemudian ada hal baru, kita di Raja Ampat ada 10 aturan baru yang harus ditaati buat wisatawan yang ingin berkunjung. Seperti registrasi online, memiliki surat keterangan rapid dan lainnya,” katanya.

Bupati berharap Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi pariwisata, tapi menjadi lompatan untuk melakukan inovasi.

“Dan kita minta ke pelaku usaha seperti dive center dan lainnya, agar tidak terlalu asing sentris. Memang Raja Ampat terkenal dengan wisatawan asingnya. Karena semua wisatawan yang diving di sini adalah asing, dan memang pasarnya luar negeri. Desain dive resort artinya resort dan peralatan divingnya membutuhkan investasi yang besar. Kalau hanya tamu umum bisa saja, tapi mereka pikirkan alatnya,” tuturnya.

Hanya saja, dalam kondisi Covid-19 kehadiran tamu asing belum dipastikan. Ia pun meminta pelaku pariwisata Raja Ampat untuk turut membidik wisatawan domestik.

“Kita imbau, bisa ngga kalau disasar wisatawan domestik. Tentunya, dengan harga yang beda. Misalnya Kalau asing harga menginap Rp 3 juta, mungkin untuk wisatawan domestik bisa Rp 1 juta permalam. Pada dasarnya mereka mau. Tapi, yang menjadi masalah investasi dive resort itu mahal. Dan kebanyakan pemilik kapal stay di Bali, mereka pun mengeluh sepi. Kalau pun masuk wisatawan, itu tidak sepadan,” katanya.

Bupati Abdul Faris Umlati juga mengingatkan jika pandemi Covid-19 belum berakhir. Untuk itu, pihaknya tetap melakukan protokoler pencegahan Covid-19 yang ketat. Kalau nanti dampaknya baik dan bisa diatur, kita lanjutkan pembukaan pariwisata. Tapi kalau tidak, kita akan lakukan evaluasi.

“Kita tidak mau zona hijau ini kemudian berubah menjadi banyak lagi pasiennya karena dibukanya objek wisata. Tapi kita harap dengan dibukanya pariwisata semangat masyarakat meningkat lagi,” katanya

Menurutnya, Raja Ampat menjadi sebuah destinasi wisata dan berkaitan dengan sektor ekonomi dan pendapatan daerah.

“Untuk destinasi wisata yang mau kita buka, kita lakukan launching protokoler Covid-19. Meski objek wisata dibuka, pengunjung dan wisatawan harus tetap berkomitmen untuk menjaga kesehatan. Zona hijau bukan jaminan, tapi sebagai bentuk peningkatanekonomi dan pendaatan masyarakat,” katanya.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rizki Handayani menyambut baik dibukanya wisata Raja Ampat.

“Dibukanya kembali pariwisata Raja Ampat adalah menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Para wisatawan kini bisa menikmati berbagai keindahan Raja Ampat. Meski perlahan-lahan dibuka beberapa destinasi yang diaktivasi, tapi itu sudah cukup untuk menghapus kerinduan akan keindahan dan luar biasanya wisata bahari Raja Ampat,” tutur Rizki Handayani.

Ditambahkannya, masa transisi New Normal harus dioptimalkan untuk mendukung perekonomian daerah.

“Tapi, semua harus dijalankan secara hati-hati. Semua elemen harus menjalankan protokol kesehatan secara penuh. Kalau semua dijalankan secara baik, destinasi Raja Ampat akan hijau terus dari Covid-19 dan wisatawannya akan terus tumbuh menuju normal. Intinya kami pemerintah pusat sangat menyambut gembira dibukanya kembali pariwisata Raja Ampat,” kata Rizki.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini