Mau Traveling, Begini Caranya Biar Lebih Aman dari Covid-19

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 25 Agustus 2020 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 406 2267255 mau-traveling-begini-caranya-biar-lebih-aman-dari-covid-19-IwyWMV36vD.jpg Selalu gunakan masker saat liburan (Foto : Financial Times)

Melakukan perjalanan di tengah pandemi memang bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Mulai dari kesiapan fisik dan mental, peralatan kesehatan yang harus dibawa, serta risiko tertular Covid-19 baik dalam perjalanan maupun di tempat tujuan.

Mengutip National Geographic, baik hanya sekedar berwisata ke tempat rekreasi, atau pun mengunjungi keluarga yang berada di wilayah lain, penting bagi Anda untuk berkomitmen melakukan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan mengenakan masker karena hal itu dapat mengurangi (tetapi tidak menghilangkan) risiko Covid-19.

Perjalanan teraman adalah di mana Anda menghindari orang lain sebisa mungkin. Jika Anda terpaksa melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum, Anda disarankan untuk menjaga jarak sejauh enam kaki dari orang lain.

Kepala praktik kesehatan global di Palladium, Dr. Farley Cleghorn mengatakan, memilih tempat duduk di dekat jendela serta sejauh mungkin dari toilet merupakan cara yang aman untuk menurunkan risiko Covid-19 di transportasi umum.

“Jaga agar ventilasi di atas kepala tetap terbuka dan menghadap wajah Anda. Aliran udara yang masuk melalui jendela merupakan sirkulasi yang baik agar Anda tidak menghirup udara yang sama," katanya.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan disinfeksi tangan setelah Anda duduk di kursi, sebelum dan setelah Anda menyentuh wajah, juga saat Anda melepas masker untuk makan.

Perangkat perjalanan pandemi

Liburan

Anda perlu mengenakan pakaian dan sepatu yang nyaman agar tercipta perjalanan yang menyenangkan. Presiden International Society of Travel Medicine dan direktur Pusat Pengobatan Perjalanan Rumah Sakit Mount Auburn Dr. Lin H. Chen mengatakan, ketika Anda meninggalkan rumah, kenakan masker wajah, hindari area yang ramai, jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, serta membawa hand sanitiser.

"Saya masih banyak melihat orang yang tidak memakai masker dengan benar. Masker digunakan untuk menutupi hidung dan mulut, tetapi banyak yang menggunakannya sebagai penutup mulut saja," katanya.

Padahal, menurut sains, mengenakan masker dapat secara drastis mengurangi jarak tempuh droplet serta tidak bisa menembus masuk melalui lubang hidung dan mulut Anda. Sementara itu, mengenakan masker juga menurunkan risiko Covid-19 bagi mereka yang memiliki masalah paru-paru dan jantung kronis. Penggunaannya tidak memengaruhi kadar oksigen atau karbon dioksida tubuh.

Baca Juga : Pakai Bikini di Labuan Bajo, Mesranya Awkarin Dipeluk Pacarnya dari Belakang

Tempat tidur yang aman

Kamar Tidur

Dokter Spesialis Penyakit Menular Joel Kammeyer mengatakan, Akomodasi di mana Anda dapat meminimalkan interaksi dengan orang lain adalah yang terbaik.

"Seorang wisatawan yang berkomitmen untuk memakai masker dan menjaga jarak enam kaki dari orang lain kemungkinan besar akan baik-baik saja, terlepas dari akomodasinya," katanya.

Jangan stres jika hotel Anda tidak menyediakan akses tanpa kunci. Bagaimanapun, Anda harus menyentuh pegangan pintu untuk masuk ke kamar Anda. Cuci tangan Anda (dan kartu kunci Anda) setelah Anda berada di dalam.

Lebih penting lagi, hindari lift yang penuh dan pastikan hotel Anda memiliki penghalang kaca plexiglass antara Anda dan staf resepsi dan bahwa tamu tidak saling berdesakan saat check-in atau check-out.

Bagaimana dengan mengunjungi keluarga dan teman? Paling aman bagi Anda dan mereka jika Anda menjaga jarak sejauh enam kaki. Makan malam di halaman belakang mungkin oke, tetapi berbagi kamar mandi yang sama dan melakukan persiapan makan bersama dapat meningkatkan risiko.

Bagaimana dan di mana Anda bisa makan?

Makan di restoran

Menyiapkan makanan Anda sendiri atau membeli makanan dibawa pulang adalah yang paling aman. Tapi masih memungkinkan untuk makan di restoran. Jadi, pilihlah untuk makan di teras di mana Anda berada setidaknya enam kaki dari pengunjung lain dan di mana semua orang (staf dan pelanggan) memakai masker wajah kecuali saat makan.

Jika memungkinkan, hindari jam sibuk karena banyak pelanggan yang akan datang dan menyantap makanan di restoran untuk meminimalkan jumlah orang yang berada di sana.

Kemudian, awasi juga kebersihan restoran mereka. Bagaimana mereka menyiapkan makanan, apakah mereka mencuci tangan sebelum dan setelah menyajikan makanan kepada pelanggan, serta kebersihan makanan yang akan disajikan.

Bagaimana jika Anda sakit di perjalanan?

Liburan

Dr. William Lang, direktur medis di praktik medis WorldClinic, menambahkan bahwa setiap wisatawan membutuhkan rencana.

“Dengan asumsi bahwa Anda tidak akan tertular COVID-19 bukanlah statement yang baik. Siapa yang akan Anda hubungi jika Anda tertular COVID-19? ” tanyanya.

“Jika Anda tertular, bagaimana Anda akan melindungi orang yang Anda cintai? Apakah Anda punya rencana untuk membatasi penyebarannya? Apakah rencana tersebut diinformasikan oleh risiko destinasi?” lanjutnya.

Pastikan untuk mencari tahu apakah asuransi perjalanan Anda menanggung biaya terkait Covid-19 atau tidak. Bepergian di masa pandemi tentu tak sesederhana seperti sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini