Tur Virtual Interaktif, Pilihan Wisata Baru di Tengah Pandemi Covid-19

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 25 Agustus 2020 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 406 2267272 tur-virtual-interaktif-pilihan-wisata-baru-di-tengah-pandemi-covid-19-qbny5PCfSJ.jpg Tur virtual pilihan wisata baru di tengah pandemi (Foto : Travel.earth)

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah menggodok konsep wisata baru bertajuk, tur virtual interaktif. Konsep wisata ini digadang-gadang akan menjadi tren wisata baru di masa transisi new normal.

Tak hanya itu, menurut Reza Permadi selaku Chief Operation Officer dan Co-Founder Atourin, tur virtual interaktif juga dapat menjadi simulasi apa saja potensi wisata yang dapat dirasakan oleh wisatawan ketika telah diperbolehkan kembali untuk bepergian.

“Jadi wisata virtual bukan menggantikan wisata pada umumnya tapi sebagai persiapan bagi wisatawan sebelum berkunjung ke destinasi wisata nanti,” ujar Reza seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Senin 24 Agustus 2020.

Tur Virtual

Hal senada juga diungkapkan oleh Vice President Divisi Keagenan & Tur PT PELNI, Budi Santoso. Budi menyebutkan sejak 2 bulan yang lalu, pihaknya telah menawarkan paket wisata virtual untuk melihat berbagai bagian kapal.

“Kelebihan dari tur virtual ini kita bisa membawa peserta ke lokasi terlarang yang mana kalau dalam tur secara fisik mereka tidak diperbolehkan masuk. Misalnya kamar mesin di kapal itu bisa kita lihat seperti apa di dalamnya secara virtual,” jelas Budi.

Kendati demikian, Ketua umum DPP Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Sangtu Subaya, mengungkapkan perlu adanya sinergitas dalam rangka membentuk ekosistem digital dari tur virtual.

“Kami mendorong agar ekosistem ini terbentuk supaya anggota kami para pramuwisata bisa terus berkarya dan tetap produktif di masa pandemi,” ungkap Sangtu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Chief Executive Officer sekaligus pendiri outing.id dan Wisata Sekolah, Irwan Tamrin. Menurutnya, kondisi pandemi COVID-19 memaksa seluruh sektor, terutama sektor pariwisata, mengakselerasi digitalisasi berbagai kegiatan berwisata.

“Akselerasi digital ini menurut saya bisa menjadi momentum. Jadi mari kita sama-sama berkolaborasi untuk saling support agar pariwisata bisa jadi leading sector,” ucap Irwan.

Mengenai ketersediaan ekosistem tur virtual, Chief Marketing Officer Traveloka sekaligus CEO Traveloka Xperience, Christian Suwarna menyatakan pihaknya telah menyediakan platform digital yang dinamai Traveloka Online Xperience.

“Kami bertindak sebagai platform yang diisi pramuwisata dengan demand dari konsumen dan kita buat platform agar kedua pihak saling bertemu. Jadi para tour guide ini cukup memastikan kontennya kuat untuk menarik konsumen,” tutur Christian.

Tur Virtual

Di samping itu, Kepala Divisi Layanan Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Ari Soegeng Wahyuniarti, menyatakan komitmen lembaganya untuk memperkuat ketersediaan jaringan internet di berbagai tempat di Indonesia. Terutama di pulau terluar dan daerah wisata yang belum terjangkau akses internet.

"Kami akan melakukan pemerataan akses infrastruktur telekomunikasi dan informasi di perbatasan dan lain sebagainya. Termasuk desa wisata, dan ini secara bertahap akan kami lakukan pemerataan agar tempat-tempat yang sulit dijamah dapat diakses melalui tur virtual digital,” ujar Ari.

Acara ini kemudian diakhiri dengan demonstrasi tur virtual interaktif oleh Jakarta Good Guide di Taman Pemakaman Khusus atau Ereveld Menteng Pulo. Di mana di lokasi ini dimakamkan para tentara KNIL atau Tentara Kerajaan Belanda yang gugur pada Perang Dunia ke-II.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini