Byur, Segarnya Mandi di Ngarai Cantik Beji Guwang Bali

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 408 2269056 byur-segarnya-mandi-di-ngarai-cantik-beji-guwang-bali-NLTrTmr9B8.jpg Ngarai Beji Guwang. (Foto: Dimas/Okezone)

AKTIVITAS trekking mulai digandrungi wisatawan domestik sebagai salah satu alternatif wisata di tengah pandemi Covid-19. Hal ini ditandai dari maraknya wisatawan yang berkunjung ke daerah-daerah wisata berbasis alam seperti kawasan pegunungan, air terjun, hingga canyon atau ngarai.

Bicara soal wisata alam, Bali sebetulnya memiliki banyak spot-spot trekking yang menarik untuk dieksplorasi. Bahkan, pemandangan yang disuguhkan masih terbilang asri dan alami.

Salah satu rekomendasi spot trekking yang bisa Anda jajal adalah Hidden Canyon Beji Guwang. Lokasinya terletak di pedesaan Guwang, Gianyar, Bali.

Belum lama ini, Okezone Travel berkesempatan menyambangi langsung objek wisata yang dulunya menjadi salah satu tujuan wisata favorit para wisatawan mancanegara. Lantas apa saja daya tariknya?

Baca Juga: Liburan ke Labuan Bajo, Asyiknya Salmafina Sunan Berjemur Pakai Bikini

Asal Usul Beji Guwang

beji guwang

Secara garis besar, Hidden Canyon Beji Guwang merupakan ngarai cantik yang menyuguhkan keindahan tersembunyi dari sungai yang berpadu dengan keasrian alam pedesaan.

Namun, mengingat rute trekking lumayan jauh, wisatawan wajib menggunakan jasa pemandu/local guide. Pada kesempatan ini, kami kebetulan ditemani oleh seorang local guide yang akrab disapa Pak Ketut Petruk.

Menurut penuturan Pak Ketut, Beji Guwang pertama kali ditemukan oleh seorang wisatawan asal Prancis, sebelum akhirnya dikelola oleh penduduk setempat.

"Waktu itu dia sedang trekking di kawasan ini. Di tengah perjalanan, dia tidak sengaja menemukan dua mata air dengan pemandangan tebing-tebing tinggi. Dia kemudian membawa teman-temannya, lalu ada yang posting di media sosial dan akhirnya mulai banyak yang cari tahu," ungkap Ketut.

Tiga pilihan rute atau trip

 SUNGAI

Sebelum memulai trekking, kami harus membeli tiket masuk terlebih dahulu. Harganya relatif terjangkau yakni, Rp50 ribu per orang. Biaya tersebut termasuk welcome drink, fresh towel, loker, dan handuk untuk mandi.

"Karena lagi pandemi, tiket masuknya sengaja diturunkan. Harga normal untuk 4 orang itu seharusnya Rp400 ribu," kata Ketut.

Setelah menikmati segelas jus semangka segar, dan meletakkan barang-barang berharga di loket, perjalanan kami pun di mulai. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Pura Beji Guwang.

Pura ini biasanya digunakan warga setempat untuk sembahyang dan ritual lainnya seperti melukat di Pancoran Solas. Kami pun diperkenankan untuk mencoba sensasi melukat dari sumber mata air di sekitar tempat tersebut.

Setelah itu, Pak Ketut langsung membawa kami menuju petualangan yang sesungguhnya. Ada tiga pilihan rute atau trip yang ditawarkan oleh Pak Ketut. Masing-masing rute memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda, tinggal disesuaikan dengan kemampuan wisatawan.

Untuk rute pertama, kami melintasi sungai dengan aliran kecil. Medan di rute ini sebetulnya terbilang mudah, namun kami diminta untuk tetap waspada karena bebatuannya terbilang licin.

Memasuki rute kedua, kami disambut suara gemiricik air dan pemandangan tebing-tebing tinggi. Di sela-selanya terlihat rembesan air di sela-sela bebatuan.

Keindahannya begitu memukau, terlebih bila datang menjelang siang hari. Sinar matahari akan masuk ke celah-celah tebing hingga menampilkan pemandangan yang memesona. Ditambah lagi panorama pepohonan yang rindang.

Di spot ini, Pak Ketut sengaja membiarkan kami bermain sejenak untuk merasakan sensasi kesegaran air terjun yang berjatuhan dari atas tebing tersebut.

Setelah puas, dia langsung membawa kami menyusuri rute ketiga yang berhiaskan lahan persawahan yang masih alami dan asri. Di spot ini pula, kami menghabiskan sisa waktu untuk menikmati momen golden sunrise yng memikat.

Waktu terbaik dan cara menuju Beji Guwang

Menurut penuturan Ketut, waktu terbaik untuk mengunjungi Hidden Canyon Beji Guwang sebetulnya harus disesuaikan dengan preferensi wisatawan masing-masing.

"Kalau mau trekking santai sambil menikmati suasana alam dan foto-foto, bulan Juni - Agustus yang paling pas. Karena air sungainya cenderung dangkal, tapi wisatawan tetap bisa bermain air. Kalau mau yang sedikit menantang, datanglah di awal tahun. Arus sungainya tinggi dan deras, sehingga harus selalu waspada," tandasnya.

Nah, bagi Okezoners yang tertarik berpetualang di Hidden Canyon Beji Guwang, tempat ini hanya berjarak 15 kilometer dari Kota Gianyar atau 14 kilometer dari Kota Denpasar. Rute paling cepat dari kota Denpasar adalah melalui bypass Ida Bagus Mantra hingga sampai di perempatan Desa Ketewel.

Lalu ambil jalur yang mengarah ke Jalan Raya Ketewel lalu ambil arah ke Jalan Raya Guwang. Sampai di Patung Garuda, sekitar 750 meter kemudian terdapat Pura Dalem. Area parkir Pura Dalem cukup luas dan menjadi tempat parkir kendaraan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini