4 Mitos Klasik Tentang Wanita Hobi Solo Traveling

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 04 September 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 549 2272600 4-mitos-klasik-tentang-wanita-hobi-solo-traveling-iFn9sYHIrD.jpg Ilustrasi wanita solo traveling (stutterstock)

BANYAK orang yang masih ragu untuk melakukan perjalanan seorang diri atau solo traveling karena alasan keamanan, terutama bagi para wanita. Apalagi dengan berembusnya berbagai mitos tentang solo traveling yang tak jarang memupuskan niat para solo travelers untuk melakukan perjalanan seorang diri.

Padahal, solo traveling bisa mendatangkan banyak pengalaman berharga sekaligus menyenangkan bila dilakukan dengan persiapan yang matang.

Baca juga: 5 Jurus Ampuh Usir Rasa Bosan saat Traveling

Nah, berikut ini adalah 4 mitos klasik tentang solo traveling yang wajib kamu ketahui, seperti dilansir dari USA Today, Jumat (4/9/2020).

Solo traveling menandakan seseorang kesepian

Salah satu mitos yang santer terdengar tentang seseorang yang hobi solo traveling adalah menandakan mereka sedang kesepian atau tidak memiliki banyak teman. Jangan salah. Menurut Janice Holly Booth, penulis Only Pack What You Can Carry (National Geographic), solo traveling justru merupakan salah satu cara terbaik untuk bertemu dengan teman-teman baru.

ilustrasi

“Coba pikirkan ketika Anda traveling bersama seorang partner, perhatian Anda pasti akan tertuju kepada mereka. Tapi bila traveling seorang diri, Anda dapat dengan bebas berinteraksi dengan banyak orang. Aku sering bertemu dengan beberapa kelompok wisatawan dan langsung mendapatkan chemistry. Mereka langsung mengajak ku untuk duduk santai, bahkan makan malam bersama,” kata Janice.

Solo traveling tidak aman, terkhusus bagi wanita

Faktanya, kemanapun destinasi yang Anda tuju selalu ada risiko kerampokan hingga kecelakaan selalu ada. Kuncinya adalah dengan mempersiapkan segala sesuatu dengan matang. Termasuk dalam memilih destinasi tujuan hingga akomodasi selama berada di sana.

Penulis buku The Solo’s Traveler Handbook, Janice Waugh punya 4 tips tambahan yang wajib Anda ketahui. “Empat hal dasar yang harus diketahui saat solo traveling yakni, tetaplah berada di tempat umum saat berkenalan dengan orang-orang baru, bersikaplah proaktif dan jangan sungkan bila menginginkan bantuan, jangan terburu-buru mengambil keputusan, dan lakukan tindakan kasar jika perlu,” tuturnya.

Solo traveling membutuhkan biaya yang besar

Sebetulnya ada banyak cara untuk mengakali pengeluaran selama melakukan perjalanan seorang diri. Salah satunya dengan berburu tiket promo dan rutin mencari informasi tentang diskon-diskon menarik yang ditawarkan oleh hotel maupun teman penginapan di daerah tujuan.

Sementara untuk aktivitasnya sendiri, Anda bisa menggunakan jasa one day trip untuk menekan pengeluaran. Jenis tur seperti ini biasanya menawarkan pengalaman yang menyenangkan, aman, bahkan akses khusus menuju tempat yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh seorang solo traveling.

Solo traveling membosankan

“Solo traveling akan membosankan bila Anda terjebak pada aktivitas yang selalu Anda lakukan setiap hari. Manfaatkanlah waktu untuk menjajal aktivitas-aktivitas baru seperti mengikuti kelas memasak atau bahkan melakukan olahraga ekstrem seperti panjat tebing,” kata Janice. 

Aktivitas baru inilah yang akan membuat Anda merasa lebih hidup dan bersemangat saat berpergian seorang diri.

Tentunya akan ada banyak pengalaman yang tak terlupakan yang bisa Anda ceritakan kepada keluarga dan sahabat. Jadi jangan ragu untuk melakukan solo traveling ya, Okezoners!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini