Antusiasme Wisatawan Domestik Meningkat, Penerapan Protokol Kesehatan Harus Ketat

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 05 September 2020 09:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 05 406 2272983 antusiasme-wisatawan-domestik-meningkat-penerapan-protokol-kesehatan-harus-ketat-GctIFarsNu.jpg Bali siap sambut kembali wisatawan (Foto Kemenparekraf)

TINGGINYA antusiasme wisatawan domestik untuk kembali berwisata mulai terlihat belakangan ini. Terutama menjelang akhir pekan, pergerakan kunjungan wisatawan ke sejumlah daerah di Indonesia meningkat secara perlahan.

Baca juga:  Jessica Iskandar ke Bali, Richard Kyle Pilih Liburan di Magelang

Hal tersebut diakui oleh Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf RI, Frans Teguh. Dalam webinar bertajuk "Kampanye Indonesia Care Vol.3", Frans mengatakan bahwa pihaknya tengah gencar memonitor penerapan protokol kesehatan di destinasi-destinasi wisata Tanah Air.

"Kami sangat serius memastikan penerapan protokol kesehatan yang notabennya turunan langsung dari Kementerian Kesehatan. Lalu kami balut dalam program Indonesia Care yang berisikan panduan CHSE (Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan)," kata Frans, Jumat (4/9/2020).

Melalui program ini, lanjut Frans, pihaknya berharap dapat memenuhi tiga elemen terpenting dalam memastikan keamanan wisatawan di tengah pandemi Covid-19, yakni melakukan pencegahan, deteksi, dan penanganan.

 Baca juga: Ke Labuan Bajo, Dinda Hauw Sayang-sayangan Sama Rey Mbayang di Kapal Phinisi

Dengan hadirnya program CHSE Frans ingin setiap daerah-daerah wisata bisa lakukan tindakan pencegahan lebih awal, sehingga nantinya tidak akan ada klaster baru dari sektor pariwisata.

Kalaupun dalam praktiknya nanti benar-benar terjadi penularan, maka program ini dapat membantu menulusuri klaster-klaster baru dan langsung menemukan sumbernya.

Melalui program CHSE pula, setiap daerah wisata akan dibekali informasi dan pelatihan untuk sigap dalam menangangi kasus penularan Covid-19 di masing-masing daerah.

 

Semua itu dilakukan mengingat pariwisata merupakan bisnis berbasis kepercayaan. Sehingga baik wisatawan maupun pihak pengelola wisata diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Bisnis pariwisata adalah bisnis kepercayaan, building confidence dan gaining trust. Jadi kami dengan sangat sadar menghimbau dan recalling bahwa protokol kesehatan adalah solusi terbaik yang bisa kita lakukan, agar pariwisata kita bisa cepat rebound, reviva, dan keluar dari krisis ini," tegas Frans.

Hal senada juga disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata Daerah Badung, Tjokorda Raka Darmawan. Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Kabupaten Badung juga langsung menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Dalam hal ini, mengeluarkan berbagai kebijakan khusus terkait pembukaan kembali objek-objek wisata di masa transisi new normal. Termasuk memverifikasi daerah-daerah wisata yang memang sudah siap dibuka untuk umum.

"Bali dan badung income daerahnya dari pariwisata. APBD kontribusinya itu 80% dari pariwisata. Jadi selama pandemi Covid-19, kami telah mengkaji budaya hidup baru ini sejak awal bulan Juni dengan menugaskan badang litbang kami untuk melakukan berbagai kajian, dan dibahas secara luas melalui webinar," ungkapnya.

Cokroda menambahkan, hasil dari diskusi dan webinar tersebut, langsung disosialisasikan di desa-desa adat dan juga kepada pengelola daya tarik wisata di Kabupaten Badung.

"Pengelola daya tarik wisata kita ini luar biasa sangat ketat menerapkan protokol kesehatan. Bahkan di desa-desa wisata pun meminta wisatawan memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan. Pembayaran pun harus dilakukan non tunai atau cashless, jadi bisa dilakukan reservasi terlebih dahulu untuk mendapatkan pelayanan-pelayanan tertentu," kata Cokroda.

"Ini adalah rekaya teknis yang dibuat oleh pengelola, tetapi juga penting untuk memperhatikan aspek pelayanan. Kalau mengaturnya tidak dengan sentuhan pelayanan malah nanti diprotes. Dan objek wisata yang dibuka itu yang sudah disertifikasi oleh gugus tugas dan pemerintah daerah," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini