Tur Virtual Cara Gunungkidul Jaga Pariwisata

Dewi Kania, Jurnalis · Minggu 06 September 2020 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 06 406 2273468 tur-virtual-cara-gunungkidul-jaga-pariwisata-2q0ZWfhsms.jpg Gunungkidul. (Foto: Dimas/Okezone)

ADA kegiatan tak biasa dilakukan warga Gunungkidul saat pandemi Covid-19. Mereka melakukan bersih-bersih tempat wisata hits, seperti Gunung Api Purba dan Air Terjun Musiman Kedung Kandang.

Perwakilan Pokdarwis Desa Nglanggeran Sugeng Handoko menuturkan selama masa penutupan destinasi, warga desa bergotong royong membersihkan desa. Mereka juga memperbaiki berbagai fasilitas penunjang wisata yang ada agar memenuhi protokol kesehatan.

"Kami juga lebih intensif melakukan pekerjaan sehari-hari seperti bertani, berkebun, dan beternak, serta memberikan pelatihan bagi tim internal kami,"

Baca Juga: Viral Jembatan PIK 2, Tempat Nongkrong Baru Anak Gaul Jakarta Serasa di New Zealand

gunungkidul

Bukan itu saja, sambung Sugeng, pengelola tempat wisata di Gunungkidul juga mengadakan tur virtual. Wisatawan yang rindu jalan-jalan ke tempat wisata alam di Gunungkidul bisa menyimak media sosial.

"Kami juga membuat dua tur virtual pada Mei 2020 dan tetap menjalin komunikasi dengan wisatawan di media sosial," tambah dia.

 

Sugeng juga menjelaskan, selama pandemi Covid-19 ada potensi baru yang muncul di desanya. ya, ada lahan empon-empon yang bisa dikunjungi wisatawan untuk menambah pengetahuan kearifan loka.

"Kami baru saja mengembangkan potensi wisata wellness dengan membangun jogging track dan mempromosikan minuman empon-empon," tutur Sugeng.

Staf Ahli bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh mengatakan, apa yang dilakukan masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah dalam memasuki era adaptasi kebiasaan baru, merupakan cerminan bahwa kolaborasi dari berbagai pihak. Dari mulai warga masyarakat, pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, pengelola destinasi wisata, serta pemerintah untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata.

"Kita yakin mampu mengembalikan kepercayaan wisatawan dan meningkatkan potensi wisata suatu destinasi serta menciptakan pengalaman yang membekas di hati wisatawan. Sehingga, mereka akan tinggal lebih lama di destinasi wisata dan akan selalu berkunjung kembali ke sana," ungkap Frans.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini