Desa Adat Wae Rebo di Labuan Bajo Kembali Dibuka

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 08 September 2020 02:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 406 2274028 desa-adat-wae-rebo-di-labuan-bajo-kembali-dibuka-tbbwg4VTp0.jpg Wisata Desa Adat Wae Rebo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (Dok Okezone)

PERLAHAN tapi pasti. Satu per satu objek wisata di kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur mulai dibuka untuk umum, setelah sempat ditutup karena Covid-19. Setelah Taman Nasional Komodo, kini giliran Desa Adat Wae Rebo yang siap menyambut kembali kunjungan wisatawan.

Pembukaan Desa Adat Wae Rebo diresmikan secara langsung oleh Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat.

Akhir pekan lalu, keduanya baru saja melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Adat Wae Rebo dalam rangka mereaktivitasi/membuka kembali pariwisata di desa tersebut.

Baca juga:  Candi Sojiwan dan Plaosan Kembali Dibuka Lagi, Ini Syarat Masuknya

Kunjungan ini juga dimanfaatkan Gubernur NTT dan Dirut BOPLBF untuk berdialog dengan masyarakat setempat terkait pengembangan dan penataan produk wisata di daerah mereka. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya mengungkapkan antusiasme dan optimismenya terhadap reaktivasi pariwisata Desa Wae Rebo.

Viktor menyampaikan bahwa dengan mematuhi protokol kesehatan destinasi wisata Wae Rebo siap dibuka untuk aktivitas pariwisata.

“Mulai hari Minggu ini Kampung Adat Wae Rebo kita buka kembali untuk para wisatawan. Kami siap untuk menerima tamu kembali dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Untuk itulah saya datang kesini, untuk membuka wisata di sini,” ungkap Viktor, sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Senin (7/9/2020).

Pembukaan kembali Desa Adat Wae Rebo juga disambut baik oleh Direktur Utama BOPLBF Shana Fatina. Shana menyatakan BOPLBF siap mendukung pembukaan wisata Wae Rebo melalui pendampingan mengenai protokol kesehatan dan penyediaan fasilitas fisik CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Enviromental Sustainability).

 

“Saya sangat senang, karena mulai hari ini Desa Adat Wae Rebo telah dibuka kembali oleh Bapak Gubernur. Kami siap mendukung pendampingan kepada masyarakat Desa Wae Rebo mulai dari protokol kesehatan hingga penyediaan fasilitas fisik untuk CHSE,” tegas Shana.

Sebagai langkah awal, Shana menegaskan akan melaksanakan kegiatan padat karya Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman) di Wae Rebo, sekaligus memberikan pendampingan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat Desa Adat Wae Rebo.

“Secepatnya! Minggu depan kita akan laksanakan gerakan BISA di Desa Adat Wae Rebo, sebagai respon dan dukungan atas dibukanya kembali wisata Wae rebo,” ungkap Shana.

Selain itu, Shana Fatina juga menegaskan, para wisatawan yang berkunjung ke Wae Rebo nantinya diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Penerapan protokol kesehatan wajb dilaksanakan dengan tujuan untuk menjaga keamanan, khususnya kesehatan masyarakat dan wisatawan yang datang berkunjung.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pokdarwis setempat untuk menempatkan petugas di pintu masuk kedatangan untuk memastikan agar para wisatawan yang datang berkunjung diwajibkan memakai masker dan melakukan pengecekan suhu sebelum melakukan pendakian,” terang Shana.

Kampung Adat Wae Rebo sendiri merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Manggarai. Terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), Wae Rebo merupakan salah satu desa tertinggi yang ada di Indonesia dengan pemandangan yang sangat indah dengan dikelilingi pegunungan yang ada.

Karena lokasinya yang cukup tinggi, untuk mencapai desa ini, para wisatawan harus melakukan trekking selama dua jam untuk mencapai desa dengan melewati 3 pos pendakian, namun perjalanan itu akan terbayar dengan ramahnya penduduk, pemandangan yang indah, dan juga kopi panas asli yang merupakan salah satu produk perkebunan masyarakat Desa Wae Rebo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini