Nikmati Eksotisme Sumba, Tempat Hamish Daud Habiskan Masa Kecilnya

Mustafidhotul Ummah, Jurnalis · Senin 07 September 2020 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 408 2273800 nikmati-eksotisme-sumba-tempat-hamish-daud-habiskan-masa-kecilnya-XThuwVsFM8.JPG Dua pemuda Sumba sedang menunggangi kuda (Foto: Instagram/@hamishdw)

SUMBA merupakan tempat wisata yang terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Wilayah itu memiliki keindahan alam serta kekayaan yang luar biasa, bahkan telah dapat penghargaan pulau terbaik dijuru dunia.

Sumba terkenal dengan hamparan padang rumput dan perbukitan batu kapur. Iklim yang panas dan kering membuat padang savana tumbuh luas. Banyak wisatawan menghabiskan waktu liburnya di pulau tersebut karena menyimpan banyak keunikan dan keasikan tersendiri.

Melansir dari channel YouTube MNCTV Official, pada acara Indonesian Authentic Places yang membeberkan tentang keindahan pulau Sumba. Sumba terkenal dengan kuda sandel atau sandal wood pony yang dikembang biakan secara langsung di daerah tersebut.

“Sudah lama banget enggak naik kuda, dulu semua orang naik kuda benar-benar kayak waktu SMP/SMA enggak ada motor semua orang naik kuda," terang Hamish Daud.

Keindahan alam di Pulau Sumba sangat indah, walau perjalanannya sangat jauh dan butuh stamina ekstra menempuhnya. Selain dengan keindahan alam, Sumba juga kesohor dengan keramahan masyarakat sekitar seperti menyambut layaknya seorang keluarga.

Baca juga: Intip Pesona Gunung Lembu di Purwakarta yang Disambangi Influencer Ayla Dimitri

Pulau Sumba ialah salah satu wilayah Indonesia yang masih memegang adat istiadatnya meski zaman sudah modern. Seperti halnya rumah yang dikenal dengan Uma Bokolu yang masih tetap jadi kearifan lokal.

Bangunan Batu di Sumba

“Saya rasa yang terpenting, kita masih kuat dengan adat maksudnya bisa membedakan Sumba sama pulau-pulau lain itu adalah adatnya, terus seninya, pokonya sejarah budaya Sumba itu enggak ada tempat lain seperti ini. Jadi, kita harus menguatkan itu, jangan sampai terganggu dengan modern zaman sekarang,” tuturnya.

Ketika memasuki Desa Ratenggaro, wisatawan tidak hanya disuguhi oleh pemandangan rumah adat saja, namun juga diperlihatkan kuburan batu kawasan tersebut.

Kuburan batu tersebut diberi nama Watunomo yang merupakan kuburan khas masyarakat Ratenggaro yang terbuat dari batu. Warga Sumba menguburkan keluarganya di sekitar rumah mereka dengan tujuan agar tetap merasakan keberadaannya kendati telah meninggal dunia.

Tak elok rasanya jika ke Sumba tidak membeli cenderamata khas di sana, yaitu Kain Patola. Kain Patola adalah kain dengan teknik tenun ikat ganda dari benang sutra yang merupakan busana Gujarat barat laut india.

Kain Patola

Tapi tahukah kamu, bahwa motif tenun yang terdapat pada kain tersebut merupakan gambaran sejarah dari Sumba itu sendiri?

Sepertinya Sumba merupakan destinasi yang cocok untuk lebih memaknai dan menghargai apa arti alam itu sebenarnya lho guys!.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini