5 Kuliner Tradisional Khas Desa Adat Wae Rebo yang Wajib Kamu Cicipi!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 08 September 2020 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 301 2274381 5-kuliner-tradisional-khas-desa-adat-wae-rebo-yang-wajib-kamu-cicipi-WhO0H2bmHF.jpg Desa Adat Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (Foto Indonesia Travel)

DESA Adat Wae Rebo di Kabupaten Manggarai kembali dibuka untuk umum. Pembukaan Wae Rebo menambah daftar panjang objek wisata di Nusa Tenggara Timur yang telah beroperasi di masa transisi new normal, sekaligus membawa angin segar bagi para wisatawan.

Wae Rebo memang memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa. Tak hanya menyuguhkan suasana pedesaan yang asri dengan segala keunikan adat nusantara, di tempat ini wisatawan juga dapat menikmati beragam kuliner tradisional lezat dengan keunikan masing-masing.

Baca juga: Fakta Menarik 7 Patung Ikonik di Jakarta yang Harus Traveller Tahu

Berikut Okezone rangkumkan 5 kuliner khas Wae Rebo yang wajib Anda cicipi, Selasa (8/9/2020). 

Kari Ayam 

Kuliner pertama yang wajib kamu cicipi saat traveling ke Desa Adat Wae Rebo adalah kari ayam. Keunikan kari ayam khas Wae Rebo terletak pada bahan dasar yang digunakan.

Menurut penjelasan Anastasia Susanti, seorang warga Wae Rebo, hidangan bercita rasa gurih ini terdiri dari potongan daging ayam kampung yang diolah dengan berbagai bumbu rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, daun serai, dan kemiri.

Baca juga: 5 Tempat Wisata Romantis di Bandung, Asyik buat Honeymoon

“Yang membuat beda kari ayam khas Wae Rebo dengan kari ayam lainnya adalah penggunaan kemiri. Sulitnya mendapatkan kelapa membuat masyarakat Wae Rebo menggantinya dengan kemiri. Di sini tidak ada kelapa, jadi untuk santan pakai kemiri," kata Anastasia kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

Jeruk 

Wae Rebo merupakan penghasil jeruk terbesar di Flores, Nusa Tenggara Timur. Di desa ini kamu dapat dengan mudah menemukan pohon jeruk yang tersebar di pemukiman dan perkebunan warga. Nah, salah satu jenis jeruk yang menjadi andalan Wae Rebo adalah jeruk cina dan jeruk lokal. Warga setempat kerap menyebutnya dengan istilah nderu.

Rasanya manis dan asam cocok sekali untuk dijadikan makanan pencuci mulut. Namun, tidak setiap bulan jeruk tersebut bisa kamu temukan.

"Nderu lokal dan nderu cina hanya ada di bulan April sampai Agustus biasanya kami jual langsung di Wae Rebo atau di jual ke desa Denge," ujar Anastasia.

Sayur labu

Selain jeruk, warga Wae Rebo juga kerap membudidayakan labu. Sayuran ini bahkan menjadi salah satu bahan makanan pokok mereka. Biasanya, sayur labu khas Wae Rebo disajikan bersama pucuk labu. Proses pengolahan pun sangat mengandalkan citarasa alami. Sayur labu diolah dengan bumbu rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, dan kemiri.

“Bawang merah dan bawang putih harus dicincang halus, lalu ditumis hingga harum. Setelah itu, baru dimasukkan labu yang dipotong memanjang. Kemudian ditumis beberapa saat, sebelum memasukkan kemiri, sayur pucuk, dan air secukupnya. Rasanya gurih dan segar,” jelas Anastasia.

Kopi Wae Rebo

Kopi Wae Rebo memiliki rasa yang khas. Ditanam di ketinggian 1500 meter membuat kualitas kopi Wae Rebo sangat baik. Jika berkunjung atau menginap di Desa Adat Wae Rebo, kamu akan di suguhkan kopi panas yang sangat nikmat.

"Biasanya yang menjadi favorit wisatawan adalah kopi arabika. Rasa kopi arabika yang tidak terlalu kuat menjadi favorit wistawan lokal maupun mancanegara. Kopi arabika biasa di sajikan dalam gelas kaleng yang menjadi ciri khas di Wae Rebo,” papar Anastasia.

Perkedel talas 

Di Wae Rebo ada olahan perkedel yang sangat unik. Alih-alih diolah mengugnakan kentang, warga Wae Rebo membuat perkedel dari talas. Bahan dan bumbu yang digunakan dalam membuat perkedel talas tidak banyak.

Talas harus dikupas terlebih dahulu, lalu direbus. Setelah matang talas ditumbuk. Kemudian tambahkan bawang putih, bawang merah, dan garam. Biar lebih lezat ditambahkan sayur pucuk dan daun seledri.

“Warga Wae Rebo biasanya menikmati perkedel talas dengan nasi putih, dan sering disuguhkan kepada wistawan yang berkunjung ke Wae Rebo,”tandas Anastasia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini