Bali Destinasi Terbaik Asia 2020, Ini 12 Protokol Berwisata ke Pulau Dewata di Masa Covid-19

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 11 September 2020 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 11 406 2276192 bali-destinasi-terbaik-asia-2020-ini-12-protokol-berwisata-ke-pulau-dewata-di-masa-covid-19-bKHFE88zNV.jpg Bali (Shutterstock)

BALI menjadi salah satu destinasi wisata yang paling diminati wisatawan domestik di masa transisi adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Bahkan, sejak dibuka kembali pada 31 Juli 2020 pascaditutup karena Covid-19, telah terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali sepanjang Agustus meski jumlahnya tidak sebanyak pada periode yang pada 2019.

"Kami menghitungnya per 1 Agustus. Jadi dari 1-31 Agustus itu kunjungan orang yg datang melalui Bandara Ngurah Rai itu berkisar antara 2.500 sampai 3.000 orang per hari," ujar Plt Kepala Dinas Pariwisata Daerah Badung, Tjokorda Raka Darmawan dalam sebuah diskusi virtual, Jumat pekan lalu.

Pesona Bali memang tidak diragukan lagi. Pulau Dewata menyuguhkan panorama alam yang eksotis serta memiliki segudang aktivitas wisata yang menarik untuk dijajal. Bali yang merupakan destinasi wisata dunia sudah meraih banyak penghargaan di sektor pariwisata baik di level nasional maupun international.

 Ilustrasi

Bali siap terima wisatawan (Kemenparekraf)

Baru-baru ini, Bali juga dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik di Asia 2020 versi TripAdvisor.

Baca juga: Bali Nomor 1 dan Lombok 16, Ini 25 Destinasi Wisata Terbaik Asia 2020

Nah, jika Anda berencana berlibur ke Bali dalam waktu dekat ini, ada sejumlah prosedur atau protokol dan persyaratan yang wajib dipatuhi selama masa transisi new normal. Berdasarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 15243 Tahun 2020, berikut prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh wisatawan domestik saat berkunjung ke Bali:

1. Bebas Covid-19 dengan menunjukkan Surat Keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR (Plymerase Chain Reaction), minimum hasil non-reaktif rapid test dari instansi yang berwenang.

2. Masa berlaku surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil non-reaktif rapid test untuk berkunjung ke Bali adalah paling lama 14 hari sejak surat keterangan tersebut dikeluarkan.

3. Wisatawan yang telah menunjukkan Surat Keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil non-reaktif rapid test yang masih berlaku, tidak lagi diwajibkan melakukan uji swab atau rapid test, kecuali mengalami gejala klinis Covid-19.

4. Wisatawan yang tidak dapat menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil non-reaktif rapid test, berkewajiban mengikuti uji swab berbasis PCR atau rapid test di Bali.

5. Wisatawan dengan hasil rapid test reaktif, berkewajiban mengikuti uji swab berbasis PCR di Bali. Selama menunggu hasil uji swab, wisatawan menjalani proses karantina di tempat yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

6. Wisatawan yang positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab akan dirawat di fasilitas kesehatan yang ada di Bali.

7. Biaya uji swab, rapid test, karantina atau fasilitas kesehatan merupakan tanggung jawab wisatawan.

8. Sebelum keberangkatan ke Bali, setiap wisatawan berkewajiban mengisi aplikasi LOVEBALI. Petunjuk aplikasi LOVEBALI dapat diakses pada laman https://lovebali.baliprov.go.id. Pelaku usaha akomodasi pariwisata di Bali wajib memastikan setiap wisatawan sudah mengisi Aplikasi LOVEBALI.

9. Selama melaksanakan aktivitas wisata di Bali, wisatawan berkewajiban melaksanakan Protokol Tatanan Kehidupan Bali Era Baru sesuai ketentuan Pemerintah Provinsi Bali yaitu, menggunakan masker/pelindung wajah; mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer; memenuhi ketentuan menjaga jarak minimal satu meter pada saat berinteraksi dan duduk; melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); menutup hidung dan mulut dengan tisu atau saputangan pada saat bersin dan batuk; menghindari penggunaan tangan secara langsung menyentuh area wajah, seperti: mata, hidung, dan mulut; menjalani pengukuran suhu tubuh; membersihkan barang pribadi, seperti handphone, kacamata, tas, masker, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan sesuai kebutuhan; bersedia diperiksa oleh petugas kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19; menghindari kontak fisik saat menyampaikan salam.

10. Selama berada di Bali, wisatawan diimbau mengaktifkan Global Positioning System (GPS) pada smartphone demi upaya perlindungan dan pengamanan bagi wisatawan.

11. Wisatawan dapat menyampaikan keluhan atau masalah selama berada di Bali melalui Aplikasi LOVEBALI.

12. Wisatawan berkewajiban mematuhi ketentuan dalam surat edaran ini. Bagi wisatawan yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini