Wisatawan Bali Capai 5.000, Meningkat Tinggi dari 900 Orang

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 11 September 2020 23:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 11 406 2276476 wisatawan-bali-capai-5-000-meningkat-tinggi-dari-900-orang-orFPCUdQcZ.jpg Ilustrasi. (Foto: Kemenparekraf)

MEMBANGKITKAN kembali sektor pariwisata memang bukan perkara yang mudah. Terlebih, pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19. Diperlukan sinergi dan kolaborasi dari para stakeholders untuk kembali menggeliatkan gairah pariwisata di Tanah Air.

Terkait persoalan ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menekankan bahwa peran media massa sangat penting untuk mengawal dan mendorong bangkitnya pariwisata, khususnya Bali pasca pandemi Covid-19.

 new normal

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf Hengky Manurung mengatakan pihaknya tak hanya berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga namun juga berkolaborasi dan bersinergi secara pentahelix dalam percepatan penanganan Covid-19.

Salah satunya dengan media massa yang menurutnya berperan penting dalam penyampaian informasi dan edukasi masyarakat dan calon wisatawan yang akan berkunjung ke Bali.

Baca Juga: Bali Nomor 1 dan Lombok 16, Ini 25 Destinasi Wisata Terbaik Asia 2020

“Peran media sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan calon wisatawan terhadap ‘the new’ pariwisata dan ekonomi kreatif Bali melalui berita yang valid,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (11/9/2020).

 

Hengky juga berharap, peran media dalam menyampaikan informasi kepada publik bahwa Bali sebagai representasi pariwisata Indonesia telah siap menyambut kembali kunjungan wisatawan dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin.

“Itu yang harus dikabarkan bersama-sama bahwa Bali siap menerapkan protokol kesehatan. Di sinilah peran media untuk dapat membentuk persepsi masyarakat dalam membangkitkan pariwisata Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi untuk Bali Bangkit, yang pertama adalah mengeratkan sinergi antara K/L dan stakeholder pariwisata nasional dalam rangka pemulihan sektor pariwisata yang aman berdasarkan protokol kesehatan.

“Pemprov Bali dan semua stakeholder terkait diharapkan merangkul elemen lainnya baik insan media maupun warganet untuk ikut mempromosikan pariwisata Bali yang aman berdasarkan protokol kesehatan guna menumbuhkan keyakinan publik, hindari berita hoaks, juga sangat penting melakukan kroscek. Lalu menata dan mengintensifkan pengawasan penerapan protokol kesehatan dengan didukung law enforcement,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinisi Bali I Putu Astawa menambahkan, Pemprov Bali telah membuka pariwisata secara bertahap. Yang pertama untuk wisatawan lokal Bali pada Juli 2020, kemudian untuk wisatawan nusantara pada 31 Agustus 2020, setelahnya pembukaan untuk wisatawan mancanegara jika kondisi telah memungkinkan.

"Setelah dibuka akhir Agustus, wisnus yang datang ke Bali rata-rata diangka 2.500 sampai 5.000 wisatawan perhari dimana sebelumnya hanya 900. Sedangkan sebelum COVID-19 rata-rata sebanyak 16 ribu wisatawan perhari yang datang," kata Putu Astawa.

Putu Astawa juga menjelaskan rencana Pemprov untuk membuka pintu bagi wisman akan diperhatikan dengan matang. "Untuk membuka pariwisata bagi wisman perlu kehati-hatian, lantaran citra Bali yang kuat di dunia internasional jangan sampai ada second wave dan mencoreng citra Bali sendiri," ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini