6 Tempat Berburu Foto Selfie di Solo, Sudah Pernah Mampir?

Sabtu 12 September 2020 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 12 408 2276734 6-tempat-berburu-foto-selfie-di-solo-sudah-pernah-mampir-DmyZBuihOn.jpg Masjid Laweyan. (Foto/Okezone)

KAMPUNG Batik Laweyan sudah terkenal di kalangan wisatawan saat ke Solo. Anda tahu enggak, selain kampung batik yang ada di jantung kota, masih ada sederet kampung wisata lainnya yang keren.

Bahkan kampung wisata tersebut masuk dalam daftar urban tourism yang digagas oleh Pemerintah Kota Solo. Maka saat ke Solo, Anda pun jangan melewatkan destinasi kampung keren tersebut.

"Kami telah mengawali program ini [urban tourism] dengan menyelenggarakan Gelar Wisata Kampung Kota. Ada susur kampung dan merekonstruksi kampung Kepatihan dan Laweyan. Intinya Dinas Pariwisata ingin menciptakan kampung yang tematik, tapi bukan hanya sekedar meniru kampung-kampung yang sudah banyak di daerah lain,” jelas Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Solo, Iis Purwaningsih seperti yang telah diberitakan Solopos 2018 silam.

Ada enam kampung unik ini di antaranya Kampung Mural Joho, Kampung Sayur Mojosongo, Kampung Batik Kauman, Kampung Batik Laweyan, Kampung Blangkon Serengan, dan Kampung Permatan Jeyengan.

Lalu, apa saja keunikan 6 kampung tersebut? Inilah ulasannya, dilansir Okezone dari Solopos.

1. Kampung Mural Joho

 Mural

Kampung yang dihuni 70 keluarga ini memiliki keunikan berupa mural dan relief yang terpampang di tembok maupun pagar kampung.

Mural dan relief ini menceritakan sejarah, pesan singkat, dan sarana edukasi bagi masyarakat. Bahkan, uniknya ada lagi lukisan yang dibuat tiga dimensi seperti gambar topeng di bawah ini.

Di kampung yang berlokasi di Gang Prenjak, Joho, Manahan, Banjarsari ini juga terdapat mural tokoh nasional, seperti Presiden Pertama RI Soekarno dan Presiden RI ketujuh Jokowi.

Selain menyuguhkan gambar-gambar yang bisa menjadi spot foto, kampung unik di Solo ini juga menyediakan beragam permainan tradisional anak-anak, kedai jamu, dan aneka kerajinan dari warga setempat.

2. Kampung Sayur Mojosongo

Kampung yang berlokasi di Ngemplak Sutan, Mojosongo, Jebres ini menyuguhkan aneka sayuran yang ditanam oleh warga sekitar.

Uniknya dari kampung ini adalah semua kalangan baik anak-anak hingga lansia terlibat dalam bercocok tanam sayuran di lingkungan rumah.

Prinsip dari warga Ngemplak Sutan adalah tidak ada lahan yang luput dari tanaman di sekitar rumah mereka.

Kampung ini juga tercatat pernah dikunjungi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada 2016 silam.

3. Kampung Batik Kauman

Berdasarkan sejarahnya, kampung yang berada tak jauh dari Jl Slamet Riyadi, Solo ini ternyata tempat bermukimnya abdi dalem Keraton Solo yang beraktivitas sehari-hari membatik.

Kampung yang menjadi pusat batik tertua di Solo ini menampilkan batik klasik yang didasarkan pada pakem atau standar dari Keraton.

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Pariwisata Solo, lebih dari 30 industri batik di salah satu kampung unik di Solo ini. Dengan banyaknya industri batik di daerah tersebut membuat wisatawan mempunyai banyak pilihan.

Uniknya dari kampung ini, wisatawan yang berkunjung juga bisa melihat cara membatik sekaligus bisa belajar.

4. Kampung Batik Laweyan

Kampung yang memiliki luas 24,83 hektar ini, rata-rata penduduknya bekerja sebagai pedagang dan juga pembuat batik.

Kampung yang juga menjadi salah satu ikon Kota Solo ini mempunyai 250 motif batik khas. Bedanya dengan Batik Kauman, batik di sini lebih berwarna terang.

Bangunan di kampung ini juga terbilang unik lantaran memadukan unsur arsitektur Jawa, Eropa, China, dan Islam sehingga bisa menjadi spot foto menarik ketika berkunjung.

5. Kampung Blangkon Serengan

Kampung yang terletak di Potrojayan, Serengan, ini dikenal sebagai produsen blangkon.

Pada awalnya, pembuat blangkon di kampung ini dipelopori oleh Mbah Joyo. Lambat laun, usaha tersebut berkembang dan perajin blangkon di kampung ini semakin banyak. Rata-rata perajin blangkon di kampung ini merupakan masyarakat yang pernah bekerja di blangkon Mbah Joyo.

6. Kampung Permata Jeyengan

Penduduk di salah satu kampung unik di Solo ini bekerja sebagai perajin permata. Maka dari itu, pada 2015 silam, Pejabat Wali Kota Solo waktu itu, Budi Suharo meresmikan kampung ini menjadi destinasi wisata Kampung Permata Jeyengan.

Penduduk Kampung Jeyengan Tengah ini berasal dari Martapura, Kalimantan Selatan. Namun, mulai bermukim di wilayah ini pada awal tahun 2000-an.

Di kampung ini terdapat 68 perajin permata dan berlian. Selain itu, ada 65 orang yang khusus mengerjakan batu mulia, 66 perajin emas, dan perak 66 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini