New Normal, Turis Bisa Liburan Mewah di Labuan Bajo

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 14 September 2020 08:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 406 2277231 new-normal-turis-bisa-liburan-mewah-di-labuan-bajo-RJ3tsa3KVk.jpg Labuan Bajo. (Foto: Dewi/Okezone)

KEINDAHAN alam Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur memang tidak perlu diragukan lagi. Saking cantiknya, Labuan Bajo sampai dinobatkan sebagai destinasi super premium oleh Presiden Joko Widodo.

Bahkan setelah pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Labuan Bajo masih menjadi destinasi favorit wisatawan domestik untuk menikmati momen liburan singkat di masa transisi new normal.

Bukan tanpa alasan, selain menyuguhkan pemandangan alam yang indah, ada banyak daya tarik wisata yang bisa dijajal wisatawan di Labuan Bajo. Mulai dari hoping island, snorkeling, diving, hingga melihat komodo secara langsung.

Belakangan, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) pun diketahui sedang gencar mengembangkan produk dan potensi wisata yang mereka miliki. Termasuk memaksimalkan kekuatan budaya serta konten lokal yang otentik.

Ini menjadi salah satu strategi yang dijalankan BOPLBF dalam menghadirkan destinasi wisata premium di samping pengembangan destinasi serta sarana dan prasarana pendukung lainnya di Labuan Bajo, NTT.

lab bajo

Baca Juga: Liburan ke Labuan Bajo, Asyiknya Salmafina Sunan Berjemur Pakai Bikini

Direktur Utama BOPLBF Shana Fatina mengatakan, BOPLBF saat ini sedang mendorong inkubasi berbagai kegiatan kreatif. Seperti seni pertunjukan, seni musik, seni tari, fesyen, juga kuliner dengan melibatkan komunitas-komunitas yang ada.

"Sehingga mereka nanti bisa showcase dan berinteraksi dengan wisatawan. Pekerjaan rumah paling besar saat ini adalah mengaktifkan komunitas itu, meyakinkan masyarakat bahwa konsep premium dalam pengembangan pariwisata di Labuan Bajo dan Flores adalah bagaimana menyuguhkan konten lokal yang otentik kepada wisatawan," kata Shana Fatina seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone.

 

Lebih lanjut Shana menjelaskan, BOPLBF juga tengah gencar memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat agar apa yang mereka kerjakan selama ini dapat memberikan manfaat kesejahteraan dari sisi pariwisata.

"Sebanyak 66 persen masyarakat di Labuan Bajo bukan bekerja di sektor pariwisata. Tapi bagaimana mereka bisa mendapatkan manfaat dari pariwisata, bagaimana mereka menjadi petani yang baik, peternak yang baik dan makmur karena produk yang mereka hasilkan bisa diserap pariwisata," kata dia.

Shana menambahkan, salah satu critical success factor di wilayah koordinatif BOPLBF adalah bagaimana mengembangkan produk wisata yang harus dimulai dengan mengembangkan sumber daya manusia di dalamnya.

"Sehingga benar-benar bisa memberikan pengalaman bagi wisatawan, mereka merasakan kemewahan yang tidak mereka temukan di tempat lain," tandas Shana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini