ICTM Digelar dengan Protokol Kesehatan, Peserta Wajib Tes Swab

Senin 14 September 2020 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 406 2277508 ictm-digelar-dengan-protokol-kesehatan-peserta-wajib-tes-swab-1kH9Uju7kt.jpeg Pembukaan ICTN di Bali (Foto: Sindonews)

DI MASA pandemi Covid-19, pemerintah pusat terus berupaya menghidupkan kembali sektor pariwisata. Salah satu cara yakni dengan menggelar Indonesia Corporate Travel and Micr (ICTM) yang dinisiai Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Kegiatan ini akan berlangsung di lima kota selama beberapa bulan ke depan.

Meski demikian, protokol kesehatan harus tetap dipatuhi secara disiplin guna menghindari munculnya klaster baru selama pandemi Covid-19.

“Salah satunya menerapkan swab test kepada peserta,” kata Kepala Bidang Jejaring Kapasitas Kemenparekraf, Titik Lestari, mengutip dari laman Sindonews.

Dirinya mengakui bahwa sejak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilakukan di beberapa kota di Indonesia, pariwisata Indonesia mengalami penurunan. Sejumlah wisatawan asing enggan mendatangi tempat wisata sehingga devisa negara terus menurun.

“Saya mengapresiasi ICTM digelar. Dengan demikian, perlahan pasti wisata kita akan baik,” tuturnya.

ICTM sendiri akan digelar pertengahan September hingga Desember 2020 mendatang. MNC media menjadi media partner dalam penyelenggaraan yang dilangsungkan di Jakarta, Bogor, Bali, Yogyakarta dan Medan ini.

Titik menyadari, saat ini pemerintah pusat sendiri tengah mengupayakan merangsang pariwisata demi menghidupkan kembali ekonomi. Pihaknya akan terus mengetatkan protokol kesehatan, mulai dari serangkaian tes kesehatan, menjaga jarak, hingga penggunaan masker.

Bali, sambung Titik, akan didapuk menjadi tuan rumah dan acara pembuka penyelenggaraan ICTM. Ratusan pengelola wisata, tour and travel akan terlibat dalam gelaran acara ini.

Sementara itu, Event Director ICTM, Johanes Chang menyambut baik terpilihnya Bali dalam penyelengaraan acara ini. Dia melihat kesuksesan acara ini akan dilihat dari Bali yang merupakan garda terdepan dalam penyelenggaraan ICTM.

“Bali sebagai garda terdepan, ada banyak yang terdampak dalam kondisi ini, salah satunya Bali,” ucapnya.

Johanes memandang terdapat perubahan market yang akan terjadi saat pandemi ini. Terlebih saat ini 90 persen devisa dan ekonomi di bali bersumber dari sektor wisata, artinya saat wisata bali terpuruk, sektor lainnya berdampak juga. Industri pariwisata kata dia, sebenarnya bisa hidup kembali di kondisi saat ini, asalkan protokol diperketat.

“Karenanya butuh stimulus pemerintah tentu perlu dilakukan. Saya apresiasi MNC yang mendukung acara ini,” kata Johanes.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa juga mengapresiasi gelaran wisata ini. Gelaran ini diyakininya akan membuat Bali kembali bergeliat secara perlahan. Kehidupan masyarakat pun akan terbantu dengan perbaikan sektor wisata.

“Kami harapkan ini akan membantu, sebab ekonomi kami makin terpuruk setelah travel warning dari sejumlah negara,” kata Putu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini