Dodol Betawi Bu Mimin dan Simbol Perekat Tali Silaturahmi

Putri Aliya Syahidah, Jurnalis · Rabu 16 September 2020 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 301 2278345 dodol-betawi-bu-mimin-dan-simbol-perekat-tali-silaturahmi-WdmRP6G61m.jpg Proses pembuatan dodol Betawi (Foto: Okezone.com/Sukardi)

KULINER khas Betawi yang paling tersohor selain kerak telur, yaitu dodol. Dodol Betawi merupakan makanan asli Jakarta. Makanan tradisional yang sudah eksis sejak puluhan tahun ini sangat diminati oleh banyak orang.

Biasanya, makanan bertekstur kenyal dan rasanya manis ini banyak dijumpai saat menjelang hari raya ataupun acara hajatan.

Salah satu orang yang tetap setia melestarikan kuliner khas Betawi ini ialah Ibu Mimin. Rumah produksi dodol Bu Mimin berlokasi di Jalan Angsana 1, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Baca juga: Berlibur di Era New Normal, Simak 5 Persiapannya

Usaha pembuatan dodol Betawi ini dilakoninya sejak tahun 1980. Usaha tersebut telah dikembangkan oleh tiga generasi termasuk dirinya.

"Pengunjung hari biasa ada, tapi saat bulan puasa dan menjelang hari raya banyak yang pesan. Dari daerah Jakarta, luar kota juga ada, (Arab) Saudi pernah," ujar Mimin seperti dikutip dari channel YouTube Official iNews, Selasa (15/9/2020).

Untuk membuat porsi besar, proses pembuatan dodol Betawi memakan waktu hingga delapan jam. Pertama, dimulai dari pembuatan santan kelapa yang dimasukkan ke dalam wajan besar. Lalu, masukkan gula merah bersama dengan tepung ketan.

Kemudian, aduk adonan selama enam hingga tujuh jam hingga adonan halus dan mengental. Adonan yang sudah jadi selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah atau baskom dan dinginkan. Harga dodol Bu Mimin cukup bervariasi, mulai dari Rp15 ribu untuk ukuran kecil hingga Rp75 ribu kemasan baskom.

Butuh sekitar 20 pekerja untuk memproduksi dodolnya, mulai dari pengadukan hingga pengemasan. Pekerjaan mengaduk dodol selama berjam-jam biasanya dilakoni oleh pekerja pria.

Sebab, proses mengaduk dodol hingga mengental membutuhkan waktu lama dan udara di sekitar pengadukan pun terasa panas.

Dalam proses pembuatan dodol Betawi juga dibutuhkan kerjasama tim yang solid. Filosofi dodol bagi masyarakat Betawi adalah kebersamaan, gotong royong, dan kekeluargaan.

Maka tak heran, masyarakat Betawi menganggap pembuatan dodol dapat mempererat persaudaraan atau tali silaturahmi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini