Labuan Bajo Pakai Registrasi Online, Wisatawan Dapat Jaminan Keamanan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 08:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 406 2278958 labuan-bajo-pakai-registrasi-online-wisatawan-dapat-jaminan-keamanan-GnI0tj8ZDD.JPG Panorama objek wisata Labuan Bajo di NTT (Foto: Instagram/@jjs_labuanbajo)

SEBAGAI salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP), Labuan Bajo terus berbenah diri. Selain membangun infrastruktur dan fasilitas penunjang, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) pun kini menerapkan sistem registrasi online bagi calon wisatawan.

Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina menjelaskan, registrasi online ini akan mendukung penguatan safety and security yang menjadi faktor penting dalam dunia pariwisata dan ekonomi kreatif terutama di era adaptasi kebiasaan baru.

Registrasi online, dengan wilayah konservasi dari TN Komodo menjadi dasar sebelum pembangunan sistem digital pariwisata terpadu yang terintegrasi dalam satu big data. Menurut Shana, sistem digital pariwisata ini diharapkan akan menjadi rumah bagi pariwisata Flores dan NTT secara keseluruhan.

Sistem ini dimaksudkan selain untuk mendata identitas para pengunjung yang datang dan mentracing riwayat perjalanan para pengunjung, juga memperkuat penerapan tatanan normal baru di sektor pariwisata.

Baca juga: 7 Tempat Wisata ala Luar Negeri di Malang, Keren Banget!

"Dengan sistem itu ketika ada keadaan darurat kami terbantu sekali. Dulu kalau ada kecelakaan kapal, atau kecelakaan diving kita kesulitan mencari tahu siapa operatornya mereka laporannya kemana. Dengan sistem registrasi online ini dan dikombinasikan dengan konsep panic button dari Kemenparekraf akan lebih mudah orang memberi sinyal saat kondisi darurat dan akan langsung terhubung ke instansi yang terkait," kata Shana dalam siaran pers yang diterima Okezone, Rabu, 16 September 2020.

Simulasi terhadap kondisi darurat tersebut awalnya akan digelar pada April 2020 lalu, namun tertunda akibat kondisi pandemi Covid-19.

Namun, Shana menegaskan bahwa pihaknya bersama pihak-pihak terkait telah menyusun action plan untuk di lapangan dan dalam waktu dekat akan mengaplikasikan modul pertama di lapangan dengan pengoperasian command center dan bertahap dengan berbagai fasilitas pendukung pada tahun depan.

"Kami akan pasang CCTV di titik keramaian dan ditargetkan selesai sebelum G20 di akhir 2022 dengan standar internasional," kata Shana.

Pihaknya juga akan terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM dalam membangun pola pikir pariwisata dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Termasuk bersama Dinas Pendidikan Provinsi NTT untuk memasukkan muatan lokal tentang konservasi dan pariwisata di sekolah-sekolah.

"BOPLBF juga akan terus melibatkan mitra-mitra lokal dalam setiap kegiatan yang dilakukan guna meningkatkan kapasitas mereka dalam berorganisasi sehingga dapat membantu mereka untuk nantinya memulai usaha sendiri," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini