Dieng Culture Festival 2020 Dibuka dengan Sendratari Anak Gimbal

Sindonews, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 406 2279352 dieng-culture-festival-2020-dibuka-dengan-sendratari-anak-gimbal-ssmEMrL9Wd.jpg Tradisi potong rambut gimbal di puncak Dieng Culture Festival 2020 (Sindonews)

EVENT Dieng Culture Festival (DCF) 2020 digelar secara virtual. DCF 2020 yang berlangsung, Rabu dan Kamis 16-17 September, berbeda dari tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19. Kegiatannya menyesuaikan dengan protokol kesehatan.

Dibuka dengan pertunjukan Sendratari Anak Gimbal, dilanjut webinar dan doa bersama, tradisi tahunan tersebut berjalan lancar.

Baca juga:  6 Gunung Dekat Malang yang Asyik untuk Didaki

Malamnya, dua kelompok musik ikut meramaikan panggung Jazz Atas Awan. Yakni Rubah Di Selatan dan Kailasa. Dam, secara mengejutkan, Letto band asal Yogyakarta yang sempat dikabarkan batal tampil, akhirnya main memaukau di keesokan harinya.

Hingga di puncak acara, tradisi ritual pencukuran rambut gimbal (gembel). Acara yang digelar di Rumah Budaya Dieng itu dimulai dengan jamasan sekitar pukul 09.00 WIB dan dipungkasi doa oleh Ketua Adat Dieng, Mbah Sumanto pada pukul 11.35 WIB.

Melansir dari Sindonews, serangkaian acara dilaksanakan secara tertutup dengan undangan terbatas, dengan penerapan protokol kesehatan. Sedangkan masyarakat umum bisa menyaksikan melalui media sosial YouTube, Instagram dan Facebook.

Untuk mendukung gelaran tersebut, akun Facebook Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut menyiarkan secara live. Itu juga mengantisipasi kehadiran pengunjung ke lokasi langsung.

 

Ketua Panitia DCF 2020, Alif Fauzi mengatakan bahwa gelaran DCF tahun ini tidak perlu disaksikan langsung di lokasi, tapi bisa melalui akun media sosial. Besar harapan memang akun Gubernur Jawa Tengah bisa menyiarkan secara live.

"Tahun ini DCF digelar secara virtual, penonton bisa akses melalui siaran di media sosial. Waktu audiensi kami memang memohon bisa disiarkan lewat akun Pak Gubernur," kata Alif, Kamis (17/9/2020).

DCF 2020 memang harus digelar meski di tengah pandemi. Sehingga pelaksanaannya harus disesuaikan dengan standar kesehatan yang berlaku. "Tidak ada pengunjung hanya panitia dan tamu undangan. Dan, itu yang di lokasi juga taat protokol kesehatan. Kami kerjasama dengan beberapa pihak," ujarnya.

Niken, salah seorang tamu undangan mengungkapkan bahwa penyiaran live akun Gubernur Jawa Tengah tersebut membantu akses warga untuk menyaksikan jalannya kegiatan tradisi DCF 2020.

"Karena memang kondisi pandemi tidak boleh ada kegiatan yang menimbulkan keramaian. Jadi, harus digelar secara virtual. Nah, kalau akun Facebook pak Gubernur ikut menyiarkan itu sangat bagus," ungkapnya.

Selain mempermudah akses, akun Gubernur Jawa Tengah memiliki follower yang banyak. "Jadi, kegiatan ini bisa diakses lebih banyak orang meski lewat media sosial," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini