Ritual Potong Rambut Gimbal Menutup Dieng Culture Festival 2020

Jum'at 18 September 2020 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 406 2279802 ritual-potong-rambut-gimbal-menutup-dieng-culture-festival-2020-04sD4Fp1Z5.jpg Ritual pemotongan rambut gimbal di Dieng Culture Festival 2020 (Sindonews)

BANJARNEGARA – Festival Budaya Dieng atau Dieng Culture Festival (DCF) 2020 berlangsung secara virtual karena pandemi Covid-19. Ritual pemotongan rambut gimbal menutup rangkaian festival tahunan itu di kompleks Rumah Budaya Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis 17 September kemarin.

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, dengan jumlah peserta cukup banyak, pada DCF kali ini anak rambut gimbal yang mengikuti ritual hanya 3 anak. Even tersebut digelar secara virtual.

Meski demikian, ritual tetap sakral dan berjalan khidmat dengan penerapan protokol kesehatan di area kegiatan berlangsung. Wakil bupati Banjarnegara Syamsudin ikut memotong rambut gimbal salah satu anak.

Baca juga: Dieng Culture Festival 2020 Dibuka dengan Sendratari Anak Gimbal

Sesepuh Adat Dieng, Mbah Sumanto, mengatakan, adanya pandemi Covid-19 prosesi pemotongan rambut gimbal dilakukan secara sederhana. “Meski demikian, tetap tidak mengurangi makna,” katanya seperti dilansir dari KRJogja.

Ia menambahkan, warga pegunugan Dieng sepakat ritual pemotongan rambut gimbal tetap digelar sekalipun di tengah pandemi Covid-9. Sebab, ritual tersebut merupakan tradisi peninggalan para leluhur dan harus dilestarikan.

Ketiga anak yang menjalani ritual pemotongan rambut gimbal yaitu Atika Nur Laila (7) anak dari keluarga Suprapto warga Dusun Nguwok Desa Bowongso Kalikajar Wonosobo. Bocah tadi minta dibelikan buntil dan bakso.

Kemudian Reli Juliyanti (9) anak dari keluarga Daris Darmadi warga Desa Limbangan Madukara Banjarnegara, dengan permintaan dibelikan HP. Sedang satu perserta lainnya adalah Dea Maulana Safira (7) anak dari keluarga Ny Kosim, warga Dusun Diwek Desa Sitiharjo Garung Wonosobo. Dea minta dibelikan kalung dan tablet.

Baca juga: Dieng Culture Festival Digelar Virtual, Yuk Intip Keseruannya

Urutan prosesi dari ruwatan sampai pemotongan rambut dilakukan secara lengkap. Bahkan sebelum dilaksanakannya pemotongan rambut gimbal, sesepuh adat melakukan ritual laku lampah atau napak tilas ke tempat-tempat yang dikeramatkan.

Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin, mengapresiasi berjalannya DCF meski dilakukan secara virtual. “Masyarakat akan mengenang semangat DCF yang digelar ditengah pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Ia menilai, meski secara kuantitas anak berambut gimbal yang mengikuti jumlahnya lebih sedikit, tetapi untuk kualitas prosesi masih tetap sama, dikemas dengan baik dan khidmat.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini